Selasa, 05 November 2013

Habbatussauda (jintan hitam) mau dipatenkan oleh Nestle

selama ini saya rajin konsumsi minyak habbatussauda untuk menjaga kesehatan, berdasarkan sabda Rasulullah saw berikut ini:

"Sesungguhnya Al- Habbatus Sauda' bisa menyembuh segala penyalit kecuali Al-Sam". Aku bertanya "Apakah Al-Sam itu?. Baginda menjawab, " Al-Sam itu ialah maut". (Riwayat Bukhari)

Daripada Buraidah berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Pada HABBATUS SAUDA' terdapat obat segala penyakit kecuali kematian".
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam kitab Al-Tibb dalam himpunan hadis-hadis sahih no. 1819..


Tapi yang mengejutkan hari ini (5 November 2013) saya melihat sebuah berita di topinfopost.com bahwa Nestle akan mematenkan herbal ini... jadi siapapun yg menggunakan herbal ini tanpa seizin Nestle akan dikenakan sangsi hukum. what?
berikut ini saya kutip liputannya

====================================================

Nestlé wants to patent this natural medicine that has been freely available for 1,000 years



Nigella sativa — more commonly known as fennel flower — has been used as a cure-all remedy for over a thousand years. It treats everything from vomiting to fevers to skin diseases, and has been widely available in impoverished communities across the Middle East and Asia.

But now Nestlé is claiming to own it, and filing patent claims around the world to try and take control over the natural cure of the fennel flower and turn it into a costly private drug.

Tell Nestlé: Stop trying to patent a natural cure

In a paper published last year, Nestlé scientists claimed to “discover” what much of the world has known for millennia: that nigella sativa extract could be used for “nutritional interventions in humans with food allergy”.

But instead of creating an artificial substitute, or fighting to make sure the remedy was widely available, Nestlé is attempting to create a nigella sativa monopoly and gain the ability to sue anyone using it without Nestlé’s permission. Nestlé has filed patent applications — which are currently pending — around the world.

Prior to Nestlé’s outlandish patent claim, researchers in developing nations such as Egypt and Pakistan had already published studies on the same curative powers Nestlé is claiming as its own. And Nestlé has done this before — in 2011, it tried to claim credit for using cow’s milk as a laxative, despite the fact that such knowledge had been in Indian medical texts for a thousand years.

Don’t let Nestlé turn a traditional cure into a corporate cash cow.

We know Nestlé doesn’t care about ethics. After all, this is the corporation that poisoned its milk with melamine, purchases cocoa from plantations that use child slave labor, and launched a breast milk substitute campaign in the 1970s that contributed to the suffering and deaths of thousands of babies from poor communities.

But we also know that Nestlé is sensitive to public outcry, and that it’s been beaten at the patent game before. If we act fast, we can put enough pressure on Nestlé to get it to drop its patent plans before they harm anyone — but if we want any chance at affecting Nestlé’s decision, we have to speak out now!

Rabu, 15 Mei 2013

Kalau malaikat mahluk terbuat dari cahaya, berapa kecepatan bergerak malaikat?

Ahli Fisika dari Mesir bernama DR. Mansour Hassab El Naby berhasil membuktikan berdasarkan petunjuk Al Qur'an (QS As Sajdah:5) kecepatan cahaya dapat dihitung dengan tepat sama dengan hasil pengukuran secara ilmu fisika modern (A New Astronomical Quranic Method for The Determination of The Greatest Speed C .

 
Ilustrasi I

Berdasarkan QS As Sajdah ayat 5 :

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu
Secara jelas ayat tersebut memakai perbandingan bahwa satu hari sama dengan 1.000 tahun, dihitung dengan cermat ternyata sama dengan kecepatan cahaya. Pertanyaannya kemudian, petunjuk ayat ini apakah sebagai penjelas atas petunjuk ayat dalam Al Qur'an yang lain?

Apakah kecepatan cahaya merupakan yang paling cepat di jagad raya ini seperti dugaan manusia sekarang berdasarkan ilmu fisika modern? Dari beberapa ayat di dalam Al Qur'an disebutan bahwa malaikat mempunyai kecepatan terbang yang sangat cepat.

Seperti dalam QS An Naazi´aat ayat 3-4

1. Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan
2. Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya [1537]
3. Dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat4. Dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang

Juga pada QS Al Mursalat ayat 1-2 dijelaskan bahwa malaikat terbang dengan kencang atau cepat:

Bagaimana malaikat terbang? Malaikat dapat terbang karena memiliki sayap, ada yang mempunyai 2, 3 atau 4 sayap.

Disebutkan pada QS Faathir ayat 1 :

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dari penjelasan tersebut dapat lebih jelas bahwa yang mampu terbang dengan kecepatan tinggi adalah malaikat. Seberapa cepat terbangnya?

Petunjuk dalam ayat tersebut sangat jelas bahwa perbandingan kecepatan terbang malaikat adalah dalam sehari kadarnya 50.000 tahun. Berdasarkan metode penghitungan yang dilakukan DR. Mansour Hassab El Naby seperti dalam tulisannya bahwa untuk satu hari yang berkadar 1.000 tahun sama dengan kecepatan cahaya (299.792,4989 km/detik). Berdasar rumus-rumus dan cara yang sama untuk perbandingan sehari sama dengan 50.000 tahun dapat diperoleh hasil perhitungan sama dengan 50 kali kecepatan cahaya (14.989.624,9442 km/detik). Kesimpulannya adalah berdasarkan informasi dari Al Qur'an dapat dihitung kecepatan terbang malaikat dan Jibril yaitu 50 kali kecepatan cahaya! Masya Allah!

Ilustrasi 2
Sampai saat ini pengetahuan manusia belum menemukan sesuatu pun yang mempunyai kecepatan melebihi kecepatan cahaya. Berdasarkan petunjuk Al Qur'an sangat jelas disebutkan bahwa malaikat dan Jibril mempunyai kemampuan terbang 50 kali kecepatan cahaya. Hal tersebut bisa dimaklumi karena penciptaan malaikat berasal dari unsur cahaya (nuur). Suatu saat diharapkan ilmuwan muslim dapat meneliti petunjuk tersebut dan menjadi penemu yang selangkah lebih maju karena berdasarkan Al Qur'an, kitab suci yang merupakan satu-satunya kitab yang eksak, berisi kepastian karena merupakan Firman Allah SWT.

Segumpal darah yg dimaksud Rasulullah adalah JANTUNG... bukan HATI


“Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ini terdapat segumpal darah. Apabila segumpal darah
itu baik, maka baik pula seluruh anggota tubuhnya. Dan apabila segumpal darah itu buruk, maka buruk pula seluruh anggota tubuhnya. Segumpal darah yang aku maksudkan adalah JANTUNG ...(bukan HATI)” 
-- Hadis Riwayat Al-Bukhari --

dalam terjemahan hadits diatas, kata qalbu diterjemahkan menjadi hati (dimagh)
ibarat kalimat "broken heart" lebih cocok diterjemah dengan "patah jantung" daripada "patah hati"

padahal dengan merubah makna, maka hadits tsb tidak lagi mengandung makna ilmiah
karena menurut penelitian, jantung memiliki memory dan menentukan perilaku sesorang ketimbang otak

Imam ghazali dalam kitabnya menganjurkan ketika berdiri sholat, telapak tangan diletakkan tepat diatas jantung, menurut saya ada hikmah ilmiah dibalik itu.

dan dari banyak kasus transplantasi jantung (instal jantung donor) si penerima jantung berubah kepribadian secara drastis, berubah sifat, berubah kesukaan, dan berubah kebiasaan... seperti menjadi orang lain

salah satu kasus dibawah ini (dikutip dari dailymail.co.uk)

=======================================

Do hearts have memories? Transplant patient gets craving for food eaten by organ donor


A transplant patient has developed an insatiable craving for junk food - after receiving a new heart from a teenager with a taste for fatty snacks.
David Waters is the latest example of an extraordinary phenomenon which sees some transplant recipients take on the characteristics of the donor.
Before being given the heart of 18-year-old Kaden Delaney, who was left brain dead after a car crash, Mr Waters, 24, had 'no desire at all' for Burger Rings, ring-shaped hamburger-flavoured crisps.

 


It was two years before he found out why the cravings had started suddenly after his operation.
Kaden's family tracked him down to see who had benefited from their son's heart,
and they began exchanging emails. A curious Mr Waters then asked: 'Did Kaden like Burger Rings? That's all I seemed to want to eat after my surgery.'
He was astonished to hear that he ate them daily.
The case in Australia adds weight to a theory that the brain is not the only organ to store memories or personality traits.
Scientists say there are at least 70 documented cases of transplant patients having personality changes which reflect the characteristics of their donor.
Other astonishing examples include the case of American Sonny Graham, who received the heart of Terry Cottle, who had shot himself in the head.
After the transplant in 1995 Mr Graham met Mr Cottle's widow Cheryl, falling in love and marrying her.
Twelve years later Mr Graham picked up a gun and shot himself in the throat, leaving Cheryl a widow for the second time grieving for husbands who had shared a heart.

Sabtu, 11 Mei 2013

Hukum memajang patung atau gambar/foto makhluk bernyawa di ruangan

 Kalau sempat ke toko buku, coba cari buku terjemah dari buku berjudul "hiwar shahafi ma'a jinni muslim" kutipan dialog seorang sepiritualis dengan jin muslim, dan apa hubungan gambar/patung yg dipajang dgn setan dan bagaimana dengan mainan untuk anak2 yang tidak menarik bagi setan.

buku tsb disamping mengutip perkataan jin muslim, juga disingkronkan dengan beberapa hadits rasul.. dan memang sejalan,

Alhamdulillah, hingga sekarang saya masih bisa menghindari memajang foto atau lukisan (makhluk bernyawa) di rumah, meski sedikit2 ada utk menyenangkan anak dengan tokoh kartun.
Foto siapapun dianjurkan tidak dipajang di rumah, bahkan lukisan seorang nabi, sahabat, ulama, dll

Dibawah ini saya kutip dari sumber lain
Allahu a'lam bisshawab

===============================================
1. Lukisan Bernyawa

Dari Ali radhiallahu anhu dia berkata:
صَنَعْتُ طَعَامًا فَدَعَوْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَجَاءَ فَدَخَلَ فَرَأَى سِتْرًا فِيهِ تَصَاوِيرُ فَخَرَجَ . وَقَالَ : إِنَّ الْمَلائِكَةَ لا تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ تَصَاوِيرُ
“Saya membuat makanan lalu mengundang Nabi shallallahu alaihi wasallam untuk datang. Ketika beliau datang dan masuk ke dalam rumah, beliau melihat ada tirai yang bergambar (mahluk hidup), maka beliau segera keluar seraya bersabda, “Sesungguhnya para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada gambar-gambar.” (HR. An-Nasai no. 5256)

 

Seperti menggambar sketsa wajah, menggambar karakter kartun, dan semisalnya; yang hasil dari gambar tersebut MENYERUPAI CIPTAAN ALLAH. Maka hal ini adalah TERLARANG.
Jabir radhiyallahu ‘anhu dia berkata,
نَهَى رسول الله صلى الله عليه وسلم عَنِ الصُّوَرِ فِي الْبَيْتِ وَنَهَى أَنْ يَصْنَعَ ذَلِكَ
“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang adanya gambar di dalam rumah dan beliau melarang untuk membuat gambar.”
(HR. Tirmizi, dan beliau berkata bahwa hadits ini hasan shahih)


Adapun tentang pelukis, Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
مَنْ صَوَّرَ صُوْرَةً فِي الدُّنْيَا كُلِّفَ أَنْ يَنْفُخَ فِيْهَا الرُّوْحَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ, وَلَيْسَ بِنَافِخٍ
“Siapa yang membuat sebuah gambar/lukisan (makhluk hidup) di dunia, ia akan dibebani untuk meniupkan ruh kepada gambar tersebut pada hari kiamat, padahal ia tidak bisa meniupkannya.”
(HR. Bukhariy dan Muslim)

Beliau juga bersabda:
إِنَّ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الَّذِينَ يُشَبِّهُونَ بِخَلْقِ اللَّهِ
“Sesungguhnya manusia yang paling berat siksaannya pada hari kiamat adalah mereka yang menyerupakan makhluk Allah.”
(HR. Bukhariy dan Muslim)

Terlarang pula menyimpan gambar-gambar seperti ini dirumah
Sebagaimana disebutkan dalam hadits muttafaqun ‘alaih bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لاَ تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ
”Para malaikat tidak akan masuk ke rumah yang terdapat gambar (makhluk hidup) di dalamnya”
(HR. Bukhariy dan Muslim)

Bagaimana jika kita sudah terlanjur memilikinya?
Ada tiga pilihan:
1. dihilangkan kepalanya/wajahnya
اَلصُّوْرَةٌ الرَّأْسُ ، فَإِذَا قُطِعَ فَلاَ صُوْرَةٌ
“Gambar itu adalah kepala, jika kepalanya dihilangkan maka tidak lagi disebut gambar.”
(HR. Al-Baihaqiy; dishahiihkan syaikh al Albaaniy)

2. atau dihinakan
‘Aisyah pernah memasang tirai yang padanya terdapat gambar-gambar, maka Rasulullah masuk lalu mencabutnya.
Dia berkata,
“Maka saya memotong tirai tersebut lalu saya membuat dua bantal darinya.”
disebutkan pula,
“dan sungguh aku telah melihat beliau bertelekan (duduk) di atas salah satu bantal itu yang ada gambarnya.”
(HR. Bukhori Muslim)

3. atau dihapus
“… tatkala Nabi melihat gambar di (dinding) Ka’bah, beliau tidak masuk ke dalamnya dan beliau memerintahkan agar semua gambar itu dihapus.”
(HR Ahmad, shahiih)



2. Tentang penggunaan hasil lukisan (seperti kartun, animasi, dsb)
Para ulamaa’ berselisih pendapat tentangnya. Namun yang tepat adalah TERLARANG

Syaikh Shalih al-Fawzaan pernah ditanya:
ما حكم تربية الأطفال بأفلام الكرتون الهادفة التي فيها فائدة ,وتربيتهم على الأخلاق الحميدة
Apa hukum mendidik anak-anak dengan FILM KARTUN yang di sana terdapat faidah serta mengajarkan akhlak yang terpuji?
الله حرم الصور, وحرم اقتنائها فكيف نربي عليها أولادنا ؟! كيف نربيهم على شيء حرام ؟!على صور محرمة وتماثيل متحركة ناطقة أشبه ما تكون بالإنسان . هذا تصوير شديد , ولا يجوز تربية الأطفال عليه .

Alloh telah mengharamkan gambar-gambar (makhluk bernyawa, pent) dan diharamkan menyimpannya, lalu bagimana kita gunakan itu untuk mendidik anak-anak kita?! Bagaimana kita mendidik mereka dengan sesuatu yang haram?! Dengan gambar-gambar yang diharamkan dan gambar animasi yang berbicara menyerupai manusia, gambar-gambar ini parah, dan tidak boleh mendidik anak-anak dengannya.
وهذا ما يريده الكفار, يريدون أن نُخالف ما نهى عنه الرسول صلى الله عليه وسلم فالرسول صلى الله عليه وسلم نهى عن الصور وعن استعمالها واقتنائها

Ini adalah yang diinginkan oleh orang-orang kafir, mereka menginginkan agar kita menyelisihi apa-apa yang dilarang oleh Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, karena sesungguhnya Rosul shollallohu alaihi wa sallam melarang gambar-gambar serta menggunakannya dan menyimpannya.
وهؤلاء يروجونها بين الشباب وبين المسلمين بحجة التربية, هذه تربية فاسدة, والتربية الصحيحة أن تعلمهم ما ينفعهم في دينهم ودنياهم}.
Mereka memprogandakannya di antara anak-anak muda dan kaum muslimin dengan alasan untuk mendidik. Ini adalah pendidikan yang rusak. Dan mendidik yang benar adalah dengan mengajarkan apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dalam agama dan dunianya.
(Sumber: Taujihaat Muhimmah Li Syababil Ummah oleh al-Allamah asy-Syaikh Sholeh bin Fauzan al-Fauzan hal. 51-52.; Diterjemahkan: salafyunpad, dari: http://www.sahab.net/forums/showthread.php?p=663937)
Lihatlah diatas ditanyakan bagaimanakah penggunaan kartun/animasi dalam hal pendidikan (yg ini positif); maka ini tetap mendapatkan teguran keras dari Syaikh! Maka bagaimana lagi jika penggunaan kartun/animasi tersebut pada hal-hal yang tidak ada faidahnya! Tentulah lebih keras lagi !!

Meskipun ada sebagian ulamaa’ membolehkan menonton kartun/animasi, tapi mereka TETAP MEMBERIKAN PERSYARATAN akan hal tersebut, Seperti:
- Kartun/animasi yang dihasilkan tersebut TIDAK MENYALAHI SYARI’AT
Bukankah kebanyakan kartun/animasi sekarang ini MEMPERLIHATKAN AURAT? atau ceritanya mengandung unsur-unsur KEKUFURAN/KESYIRIKAN secara halus atau bahkan secara terang-terangan!? atau didalamnya terdapat MUSIK dan LAGU yang DIHARAMKAN? Berapa banyakkah film/kartun yang selamat dari persyaratan ini?!
- Kartun/animasi yang dihasilkan diharapkan padanya maslahahat yang jelas/kuat
Berapa banyak film kartun yang sama sekali TIDAK ADA FAIDAHnya?!

3. Tentang Foto/video, apakah memotret/merekam video termasuk kategori melukis?
Para ulamaa’ berselisih pendapat tentang hal ini, dan yang benar; bahwa hal tersebut BUKAN TERMASUK MELUKIS.
Berkata Syaikh Utsaimin:
Adapun fotografi instan (polaroid), yang tidak membutuhkan waktu yang lama, maka yang demikian itu pada hakekatnya tidak digolongkan kedalam jenis lukisan. Jelas?
Bukan lukisan, tapi itu adalah pengambilan gambar yang ada di depannya dengan cara menekan tombol. Tapi apakah kamera tersebut melukis wajah ?
Jawabnya… tidak! Demikian juga mata, tidak juga. Maka hasilnya seperti aslinya yang Allah ciptakan.
Kemudian saya umpamakan kalau saya menulis di kertas lalu difotokopi, apakah hasil fotokopi ini bisa dikatakan tulisan mesin fotokopi atau tulisan saya ? Jawablah wahai pemuda soal ini.
Saya menulis “segala puji bagi Allah, shalawat serta salam atas nabi. ..” kemudian saya fotokopi, maka keluarlah hasil fotokopi tersebut. Apakah huruf yang keluar dari alat tersebut tulisan alat atau tulisan saya? Tulisan saya!
Inipun sama saja. Sebab itu sebuah kamera bisa memfoto walaupun tukang fotonya buta. Tinggal dihadapkan kepada objek, jadilah gambar.
Tapi kita bertanya, untuk apa dia memotretnya? Jika tujuannya untuk yang haram, maka hukumnya pun haram. Jika tujuannya untuk yang mubah, maka hukumnya pun mubah, atau dalam perkara yang dibutuhkan itu pun boleh.
[Sumber : VCD Nasehat Syeikh Utsaimin (Rahimahullah) Untuk Para Pemuda Sesi tanya jawab, Track 2 - 05 : 50 sampai 08 : 50 Penerbit : Pustaka 'Abdullah Bahasa : Arab, Text : Indonesia; sumber]

4. Peringatan terhadap mereka yang memotret dengan maksud yang tidak dibenarkan syari’at, atau menghasilkan foto yang menyalahi syari’at!
Seperti para wanita, yang berfoto-foto dihadapan kamera; bergaya-gaya, kemudian memosting fotonya tersebut!
Sebagaimana kata syekh ‘utsaimiin diatas:
“Jika tujuannya untuk yang haram, maka hukumnya pun haram. Jika tujuannya untuk yang mubah, maka hukumnya pun mubah, atau dalam perkara yang dibutuhkan itu pun boleh.”
Maka memotret perempuan yang tidak menutup aurat, tetap terlarang (meskipun mengikuti ulama yang membolehkan foto) dan TIDAK ADA ALASAN BAGI MEREKA untuk membenarkan perbuatan mereka tersebut! Kepada Allah kita memohon taufiq!
Jika memotret perempuan (yang mengumbar aurat) terlarang, maka demikian pula hasilnya… hendaknya dihapus… Termasuk pula, gambar-gambar yang MENGUNDANG FITNAH (meski menutup aurat), yang bergaya-gaya didepan kamera… maka ini pun termasuk sesuatu yang terlarang!

Allah berfirman:
فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلا مَعْرُوفًا
Maka janganlah kamu melembutkan pembicaraan sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit (syahwat) dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.”
(QS. Al Ahzab: 32)
Kita tahu, ayat ini berkaitan tentang istri-istri nabi, dan kita tahu jika istri-istri nabi berbicara dengan laki-laki, maka ditutupi tabir [al ahzaab: 53]
SUDAH DEMIKIAN, Allah TETAP MELARANG mereka untuk mendayu-dayu suaranya.
Maka bagaimana halnya dengan yang MEMOSTING FOTO yang menimbulkan fitnah ditengah-tengah lelaki?! Maka bertaqwalah kepada Allaah, dan bertaubatlah, sesungguhNya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Simak pula fatwa syaikh ibn baz berikut (http://almanhaj.or.id/content/211/slash/0/hukum-menerbitkan-majalah-ada-gambar-wanita/) yang serupa dengan permasalahan ini.

5. Apakah hasil dari pemotretan/video (yang tidak mengandung hal-hal yang haram) tetap dilarang?
Seperti sudah disebutkan diatas, bahwa mereka yang berpendapat bahwa foto itu adalah melukis; maka jelas melarang hal ini. Mereka yang berpendapat bahwa pemotretan itu bukan melukis; terdapat dua kubu. Kubu yang pertama tetap mengharamkan pemotretan pada hal-hal yang tidak urgent (seperti: pembuatan paspor, ktp, dsb). Akan tetapi sebagian yang lain, tidak sampai mengharamkan, hanya saja tidak dianjurkan. (Yang ketiga) inilah yang benar.
Berkata Syaikh ‘Abdullaah al ‘Ubaylaan:
“…Sebagian lagi berpendapat bahwa hukum foto tidak sama dengan hukum gambar tangan, selama tidak diagungkan. Jika diagungkan, maka haram hukumnya. Mereka berargumentasi bahwa gambar fotografi itu tidak ada unsur penciptaan dan menggambar manusia di dalamnya, namun hanyalah memindahkan obyek suatu benda dan menempatkannya (di tempat lain), yang serupa dengan gambar pada cermin, dimana apabila tampak gambar manusia di dalamnya, tidak ada yang mengatakan bahwa gambar tersebut haram hukumnya. Sebab, tidak ada unsur penciptaan makhluk Alloh di dalamnya. Keserupaan akan terjadi apabila manusia masuk ke dalam penciptaan makhluk Alloh, namun dalam kondisi ini (yaitu fotografi) tidak sama dengan penciptaan makhluk Alloh. Walau demikian, tidak disukai dan dianjurkan bagi seseorang untuk memperbanyak suatu hal yang tidak begitu dibutuhkan olehnya.”
(Diterjemahkan dan ditranskrip secara bebas oleh Abu Salma; dari Liqo`ul Maftuh Syaikh al-‘Ubailân)
Berkata pula Syaikh Abdus Salam Barjas,
“Gambar (memotret -abuzuhriy) foto (makhluk bernyawa -abuzuhriy) adalah suatu permasalahan yang kalian ketahui hukumnya diperselisihkan oleh para ulama. Akan tetapi menurut pendapat ulama yang membolehkan foto, menyimpan foto bukanlah perbuatan yang dianjurkan sehingga selayaknya seorang muslim tidak mencuci cetakkan foto…
Memang aku adalah diantara yang membolehkan gambar foto baik karena ada kebutuhan atau pun tanpa ada kebutuhan karena gambar foto itu tidak tercakup dalam dalil-dalil yang melarang membuat gambar. Dalil-dalil yang melarang membuat gambar hanyalah mencakup patung dan lukisan dengan tangan. Terlarangnya membuat patung dan melukis dengan tangan adalah perkara yang disepakati oleh para ulama.
Sedangkan gambar foto itu tidak menyaingi ciptaan Allah karena yang ada di foto itu adalah ciptaan Allah itu sendiri cuman bayang-bayangan ciptaan Allah itu ditahan di lembaran kertas foto. Makna dari ‘menyaingi ciptaan Allah’ adalah meniru bentuk dari rupa makhluk hidup sebagaimana yang Allah ciptakan boleh jadi dengan cara memahat, membuat patung atau pun dengan ketrampilan tangan.
Persyaratan ini tidak terpenuhi pada gambar foto. Meski demikian, meninggalkan, menjauhi perbuatan mengambil gambar foto atau pun menyimpan foto adalah sesuatu yang dianjurkan, akan tetapi menurutku tidak sampai derajat wajib”
[Fatwa Syaikh Abdus Salam Barjas pada tanggal 17 Juli 2003 di Provinsi Syariqoh Uni Emirat Arab dalam acara Liqa al Maftuh daurah beliau. Transkip fatwa beliau di atas bisa disimak pada menit 15:55-17:49 dalam rekaman video beliau di atas; dari ustadzaris]

6. Hukum memajang gambar bernyawa
Setelah kita mengetahui hukum dari memotret, hendaknya kita mengetahui pula, hukum MEMAJANG gambar bernyawa. Ketahuilah memajang/MENGGANTUNGKAN foto dirumah adalah hal yang haraam. Sebagaimana sabda Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam:
إِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لاَ تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ
”Para malaikat tidak akan masuk ke rumah yang terdapat gambar di dalamnya (yaitu gambar makhluk hidup bernyawa)”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Demikian juga dalam hadits jaabir:
نَهَى رسول الله صلى الله عليه وسلم عَنِ الصُّوَرِ فِي الْبَيْتِ وَنَهَى أَنْ يَصْنَعَ ذَلِكَ
“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang adanya gambar di dalam rumah dan beliau melarang untuk membuat gambar.”
(HR. Tirmizi)
Juga hadits Ibnu Abbaas:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا رَأَى الصُّوَرَ فِي الْبَيْتِ يَعْنِي الْكَعْبَةَ لَمْ يَدْخُلْ وَأَمَرَ بِهَا فَمُحِيَتْ
“Bahwa tatkala Nabi melihat gambar di (dinding) Ka’bah, beliau tidak masuk ke dalamnya dan beliau memerintahkan agar semua gambar itu dihapus.”
(HR Ahmad)
Dan juga hadits ‘Aa-isyah:
أَنَّهَا نَصَبَتْ سِتْرًا فِيهِ تَصَاوِيرُ فَدَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَنَزَعَهُ ، قَالَتْ : فَقَطَعْتُهُ وِسَادَتَيْنِ
“Sesungguhnya ‘Aa-isyah memasang tirai yang padanya terdapat gambar-gambar, maka Rasulullah masuk lalu mencabutnya. ‘Aa-isyah berkata, “Maka saya memotong tirai tersebut lalu saya membuat dua bantal darinya.”
(HR. Muslim)
Malaikat tidak masuk didalam rumah yang digantung gambar
Dari Ali radhiyallahu anhu, dia berkata,
صَنَعْتُ طَعَامًا فَدَعَوْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَجَاءَ فَدَخَلَ فَرَأَى سِتْرًا فِيهِ تَصَاوِيرُ فَخَرَجَ . وَقَالَ : إِنَّ الْمَلائِكَةَ لا تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ تَصَاوِيرُ
“Saya membuat makanan lalu mengundang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk datang. Ketika beliau datang dan masuk ke dalam rumah, beliau melihat ada tirai yang bergambar, maka beliau segera keluar seraya bersabda, “Sesungguhnya para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada gambar-gambar.”
(Shahiih; HR. An-Nasai)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata,
اسْتَأْذَنَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلام عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ : « ادْخُلْ » . فَقَالَ : « كَيْفَ أَدْخُلُ وَفِي بَيْتِكَ سِتْرٌ فِيهِ تَصَاوِيرُ فَإِمَّا أَنْ تُقْطَعَ رُؤوسُهَا أَوْ تُجْعَلَ بِسَاطًا يُوطَأُ فَإِنَّا مَعْشَرَ الْمَلائِكَةِ لا نَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ تَصَاوِيرُ
“Jibril ‘alaihis salam meminta izin kepada Nabi maka Nabi bersabda, “Masuklah.” Lalu Jibril menjawab, “Bagaimana saya mau masuk sementara di dalam rumahmu ada tirai yang bergambar. Sebaiknya kamu menghilangkan bagian kepala-kepalanya atau kamu menjadikannya sebagai alas yang dipakai berbaring, karena kami para malaikat tidak masuk rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar.”
(Shahiih; HR. An-Nasaiy)
Apakah meng-UPLOAD foto1 di-internet termasuk memajang gambar bernyawa yang dilarang?
Tidak demikian. Karena sebagian besar ulamaa’ yang berpendapat bolehnya memotret TIDAK MEMAHAMI demikian. Yang dimaksudkan dalam hadits adalah gambar yang dipajang di dalam rumah (yaitu digantungkan atau dijadikan hiasan, atau semacamnya). Sedangkan upload foto di Internet, maka ini TIDAK TERMASUK dalam larangan tersebut. Sudah jelas dalam hadits disebutkan فِي الْبَيْتِ (didalam rumah), sedangkan yang ini adalah DIDALAM INTERNET. Dan dikatakan “didalam internet”, maka ia hanya dapat terlihat ketika foto tersebut diakses, jika tidak diakses, maka tidak ada. Juga, keberadaan “pajangan” foto tersebut adalah DI INTERNET, bukan DI RUMAH; tidakkah seseorang bisa membedakannya?! Maka hal ini tidak sesuai dan tidak termasuk dengan larangan hadits, yang mana barangsiapa yang mengqiyaskannya maka telah melakukan qiyas yang keliru. Pemahaman itulah yang dapat kita lihat pada KEBANYAKAN ULAMAA’ yang membolehkan pengambilan foto. Wallaahu a’lam.
Simak fatwa Syaikh Luhaydaan yang serupa akan hal ini disini: http://ustadzaris.com/hukum-foto-di-hp

7. Bagaimana dengan televisi?
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya:
“Bagaimanakah hukum Televisi sekarang ini?”
Jawaban:
Televisi sekarang ini tidak diragukan lagi keharamannya. Sesungguhnya televisi merupakan sarana semacam radio dan tape recorder dan ia seperti nikmat-nikmat lain yang Allah karuniakan kepada para hambaNya.
Sebagaimana Allah telah berfirman: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya.” Pendengaran adalah nikmat, penglihatan adalah nikmat, demikian juga kedua bibir dan lisan.
Akan tetapi kebanyakan nikmat-nikmat ini berubah menjadi adzab bagi pemiliknya karena mereka tidak mempergunakannya untuk hal-hal yang dicintai Allah. Radio, televisi dan tape recorder saya kategorikan sebagai nikmat, akan tetapi kapankah ia menjadi nikmat? yaitu ketika ia diarahkan untuk hal-hal yang bermanfaat untuk umat. Televisi dewasa ini 99 % di dalamnya menyiarkan kefasikan, pengumbaran hawa nafsu, kemaksiatan, lagu-lagu haram dan seterusnya, dan 1 % lagi disiarkan hal-hal yang terkadang bisa diambil manfaatnya oleh sebagian orang.
Maka faktor yang menentukan adalah hukum umum (faktor mayoritas yang ada dalam siaran televisi tadi), sehingga ketika didapati suatu negeri Islam sejati yang meletakkan manhaj / metode ilmiah yang bermanfaat bagi umat (dalam siaran televisi) maka ketika itu saya tidak hanya mengatakan televisi itu boleh hukumnya, bahkan wajib.
[Disalin almanhaj, dari Majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun I/VI/1422H. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta.]
Hal ini pula diamini syaikh ibn baz, dalam perkataan beliau:
“…Mengenai televisi, tidak boleh ditaruh di mushalla dan tidak boleh menonton acara-acara yang mempertontonkan acara-acara yang mempertontonkan perempuan telanjang atau perbuatan-perbuatan lain yang tidak senonoh.”
(Dinukil dari Majalah Salafy, Edisi V/Dzulhijjah/1416/1996 Judul asli Fatwa Ulama tentang Hukum Gambar, oleh Syaikh Abdullah Bin Abdul Aziz bin Baz, mufti Saudi Arabia. Diterjemahkan oleh Ustadz Idral Harits.)
Maka Jika kita MENGKHUSUSKAN penggunaan televisi untuk mempertontonkan acara-acara yang bermanfa’at, maka hukumnya boleh, bahkan dianjurkan, bahkan wajib (lihat bagian akhir fatwa syaikh Al Albaaniy diatas).
Maka menjadi titik keharaman adalah digunakannya tivi pada acara-acara yang mengandung keharaman (ditampilkannya aurat, musik, dll.); sebagaimana radio, komputer, internet, dan selainnya yang hukumnya tergantung pada penggunaannya. Maka hendaknya seseorang MENYARING channel-channel tivinya, yaitu hanya menampilkan channel-channel yang bermanfaat (yang berisikan kajian-kajian islamiy).
[Lihat pula komentar ustadz aris, disini: http://ustadzaris.com/hukum-menonton-televisi-di-zaman-ini]

8. Bagaimana hukum menonton rekaman atau tayangan langsung kajian islam?
Maka ini boleh, sebagaimana hukum video diatas; terlebih lagi dalam hal ini terdapat maslahat yang jelas, sebagaimana akan dijelaskan pada point selanjutnya.

9. Bagaimana hukum wanita yang menonton tayangan kajian islami tersebut ?
Syaikh Abdul Aziz bin Baaz ketika ditanya hal serupa beliau menjawab:
“Adapun pertanyaan mengenai wanita yang memandang lelaki tanpa syahwat dan tanpa bernikmat-nikmat, sebatas apa yang di atas pusar dan di bawah paha, ini tidak mengapa.
Karena Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengidzinkan ‘Aisyah melihat orang-orang Habasyah. Karena para wanita itu selalu pergi ke pasar yang di dalamnya ada lelaki dan wanita. Mereka juga shalat di masjid bersama para lelaki sehingga bisa melihat para lelaki. Semua ini hukumnya boleh. Kecuali mengkhususkan diri dalam memandang sehingga terkadang menimbulkan fitnah atau syahwat atau berlezat-lezat, yang demikian barulah terlarang.

Adapun pandangan yang sifatnya umum, tanpa syahwat dan tanpa berlezat-lezat tidak khawatir terjadi fitnah, maka tidak mengapa. Sebagaimana engkau tahu para wanita dibolehkan shalat di masjid dan mereka dibiarkan keluar ke pasar-pasar memenuhi kebutuhan mereka”.
Beliau melanjutkan:
“Ini adalah pengecualian dari firman Allah Ta’ala ”
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya” (QS. An Nuur: 31)
Dalam ayat ini Allah Ta’ala berfirman يغضضن من أبصارهن bukan يغضضن أبصارهن . Dan من di sini menunjukkan mereka diminta menundukkan pandangannya namun tidak semuanya”.
(Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/11044; Dari artikel Hukum Wanita Melihat Ustadz Di Video Dalam Rangka Ta’lim — Muslim.Or.Id)
Berkata Syaikh ‘Abdullaah al Faqih:
“…Adapun wanita memandang lelaki yang bukan mahram tanpa syahwat, hukumnya diperselisihkan oleh para ulama. Yang rajih, hukumnya boleh, terlebih jika ada kebutuhan. Termasuk jenis ini (ada kebutuhan), wanita yang ber-istifadah dengan rekaman-rekaman pelajaran dari para masyaikh dalam bentuk video. Walaupun demikian, yang lebih utama adalah tetap menundukkan pandangan ketika sedang mengambil pelajaran dari video tersebut. Mendengarkan suaranya saja sudah cukup, ini dalam rangka menjauh dari hal-hal yang memunculkan syubhat. Wallahu’alam.”

Jumat, 10 Mei 2013

Mengapa babi di haramkan oleh yahudi dan islam ?

Alqur'an srh Al-baqarah: 173 Allah menyatakan bahwa daging babi diharamkan
Bahkan seorang pendeta amerika ternama, Joel Osteen mengemukakan alasan ilmiah mengapa babi dilarang dikonsumsi, berikut ini tayangan videonya



6 FAKTA MENGAPA BABI TAK LAYAK DIKONSUMSI 
 
1. Apakah anda tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher? Ya,
karena mereka tidak memiliki leher, sesuai dengan anatomi alamiahnya.
Bagi orang yang beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher.

2. Konsumen daging babi sering mengeluhkan bau pesing pada daging babi (menurut penelitian ilmiah, hal tersebut disebabkan karena praeputium babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke daging).

3. Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia melahap semua makanan yang ada di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada tersisa.

4. Kadang ia mengencingi kotorannya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah busuk dan kotoran hewan. Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama jika dibiarkan. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

5. Penyakit-penyakit cacing pita merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang dapat terjadi karena mengonsumsi daging babi.
Cacing berkembang di bagian usus 12 jari di tubuh manusia, dan beberapa bulan cacing itu akan menjadi dewasa. Jumlah cacing pita bisa mencapai sekitar ”1000 ekor dengan panjang antara 4 – 10 meter”, dan terus hidup di tubuh manusia dan mengeluarkan telurnya melalui BAB
(buang air besar).

6. Daging babi merupakan penyebab utama kanker anus & kolon. Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India).
Sementara di negara negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000.
Itulah Beberapa alasan Kenapa Allah S.W.T melarang kita Memakan daging Babi.
Subhanallah

Selasa, 07 Mei 2013

Sedekah harus berat hati, jangan ikhlas

semakin berat hati dalam bersedekah semakin baik
... sangat berat melepas sesuatu yg dicintainya, atas nama Allah

“Kalian sekali-kali tidak sampai kepada kebaikan (yang sempurna), sebelum kalian menginfakkan  apa yang kalian cintai. Apa saja yang kalian infakkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”
(Ali Imran: 92)

biasanya sedekah "ikhlas" karena jumlahnya bukan jumlah yang kita cintai
=======================================


Keajaiban Sedekah adalah tentang balasan, inilah hukum kausalitas dari-nya dan janji tertulis dari-nya. karena orang atheis sekalipun yang bersedekah, yang maha membalas pasti akan membalas. Ini adalah hukum kausalitas (law of causality) dari-nya yang universal, dan berlaku bagi siapapun. Yang dimaksud balasan disini adalah balasan jangka pendek dan balasan jangka panjang. Balasan jangka pendek adalah balasan di dunia yang diberikan kepada siapapun yang bersedekah tanpa pandang bulu!  balasan itu dapat berupa : kemudahan urusan, kesehatan, keselamatan, keuangan.
Dan apabila sedekah kita dilandasi iman dan ikhlas maka kita akan memperoleh bonus yaitu balasan jangka panjang (akhirat) yaitu : ridha, pahala dan surga-Nya.

Keajaiban Sedekah : kesulitan bisa dibeli dengan sedekah
Apapun masalah yang kita hadapi, sesulit dan serumit apapun itu janganlah berputus asa. Berdoalah, mintalah kepada Nya jalan keluar. Dan yakinlah Yang Maha Memberi pasti akan memberikan kita jalan keluar terbaik. Disamping berdoa kita juga harus beramal. Beramal disini adalah berbagi atau sedekah. Nabi SAW sendiri yang bersabda : "Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah", artinya semua permasalahan bisa disolusiin dengan Sedekah. Ini adalah berniaga kepada-Nya dan ini adalah Keajaiban Sedekah.
Jadi, seluruh masalah bisa kita beli dengan Sedekah : Melunasi hutang, Menolak Bala Menyembuhkan Penyakit, Mencari Jodoh, Mengatasi Kebangkrutan,Ingin punya anak dll.

Keajaiban Sedekah : Bala tidak pernah mendahului sedekah
Ada suatu kisah di jaman nabi, Beliau diberitahu oleh Malaikat bahwa si Fulan akan meninggal esok harinya karena digigit ular. Keesokan harinya, ternyata orang tersebut masih sehat dan terus bekerja sampai hari tuanya. Nabi pun terkejut dan bertanya kepada Malaikat tentang apa yang terjadi. Malaikat kemudian menjelaskan bahwa orang tersebut seharusnya ditakdirkan meninggal karena digigit ular pada hari esok tersebut, tetapi pada malam harinya orang tersebut menyedekahkan sebagian hartanya sehingga karena sedekahnya tadi, Ia terhindar dari bala gigitan ular.
Begitulah Keajaiban Sedekah, takdir pun dapat diubah dan maut pun dapat dicegah. Jadi, Bersedekahlah sesering mungkin dan jangan menunda bersedekah karena Bala tidak pernah mendahului Sedekah.

Keajaiban Sedekah : Pancinglah rezeki dengan sedekah
Sebuah hadits berbunyi : Turunkanlah (datangkanlah) rejekimu dengan bersedekah (HR. Baihaqi)
Dalam Al Quran pun ditegaskan : "Sesiapa yang disempitkan rezekinya (miskin) hendaklah menafkahkan sebagian rezekinya (sedekah)". (QS. 65:7).
Jadi, sedekah adalah amalan orang-orang kaya. Orang dalam keadaan miskin pun dianjurkan untuk bersedekah. Karena harta yang disedekahkan tidak akan pernah berkurang, justru semakin bertambah dan terus bertambah. Tidak ada ceritanya ahli sedekah malah tambah miskin dan kekurangan. Bagaimanapun, Yang Maha Kaya dan Maha Membalas akan membalas sedekah kita dengan balasan yang berlipat-lipat dan tidak pernah kita sangka-sangka.

Keajaiban Sedekah : Obatilah penyakit dengan sedekah
Jika ada orang-orang di sekitar kita atau bahkan kita sendiri yang sedang sakit, dan sudah bosan berobat kesana kemari tapi tidak juga kunjung sembuh. Maka cobalah berdoa kepada-Nya dengan penuh harap untuk diberi kesembuhan, dan cobalah belilah penyakit anda dengan Sedekah. Bersedekahlah minimal 10% dari beaya berobat ke Dokter. Dengan Izin-Nya, akan terjadi keajaiban dan kita akan sembuh dalam waktu yang jauh lebih cepat dari orang rata-rata. Yah, jika kita yakin maka bagi-Nya tidak ada yang tidak mungkin. Nah, mengacu pada uraian diatas dan dalil lainnya, maka berikut adalah Keajaiban Sedekah : Melipatgandakan rezeki, memudahkan urusan, memudahkan jodoh, memudahkan keturunan, memelihara kesehatan, memanjangkan umur, menolak bala.

Keajaiban Sedekah : Mengajaibkan hasil
Keajaiban Sedekah adalah janji dari Tuhan Yang Maha Membalas dan Tuhan Yang Maha Menepati janji. Sejatinya tidaklah pantas bagi kita untuk itung-itungan dengan Tuhan. Karena begitu banyak nikmat-Nya yang tercurah kepada kita dan jika kita menghitung nikmat-Nya niscaya tidak akan sanggup menghitungnya. Perhatikan berapa rupiah yang harus kita bayar tiap bulan untuk membayar udara yang kita hirup setiap  detiknya, berapa rupiah yang harus kita siapkan untuk membayar semua fasilitas dari tuhan seperti : mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, lidah untuk mengecap dan lain sebagainya. Jika kita menghitung-hitungnya maka kita akan tahu betapa Maha kaya dan  Maha besar Tuhan, sehingga kita akan malu betapa sedikit sedekah kita.

Jelas bahwa balasan sedekah kita adalah minimal sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, inilah janji dari Tuhan Yang Maha Kaya dan Maha Membalas. Bahkan hanya dengan niat bersedekah saja, kita sudah mendapat pahala dan kalau kita melaksanakan niat tersebut maka pahala kita akan menjadi berlipat-lipat. Begitu juga dengan perbuatan buruk, jika hanya niat maka belum dihitung dosa dan jika niat tersebut dilakukan maka akan diganjar seimbang dengan kejahatannya. Begitulah jika Yang maha Kaya sudah berkehendak.

Jika kita cermati lebih jauh tentang balasan sedekah ini, Yang Maha kaya sebenarnya tidak butuh dengan sedekah kita. Toh, kita bersedekah ataupun tidak bersedekah tidak ada pengaruhnya sama sekali pada-Nya. Kekayaannya tidak akan berkurang sedikitpun. Justru dengan bersedekah manfaatnya akan kembali pada diri kita. Uang akan semakin bertambah jika disedekahkan, kesehatan dan kemudahan akan selalu menyertai kita. Jadi, intinya sedekah akan kembali kepada kita. Bukan Dia yang butuh sedekah tapi sejatinya kitalah yang butuh bersedekah.

Berikut ini adalah salah satu contoh balasan Allah... golongan miskin yang mengeluarkan harta untuk berkurban kambing, Allah menggantinya berlipat2 

Rabu, 01 Mei 2013

Ibadah wanita yang tidak ternilai

Tersebut dalam riwayat dari Abu Hurairah Ra, katanya, suatu hari Rasulullah S.A.W menjenguk putrinya, Fatimah. Sampai di rumahnya, Rasulullah melihat putrinya sedang menggiling tepung sambil menangis.

Rasulullah bertanya:”Kenapa menangis, Fatimah. Mudah mudahan Allah tidak membuat matamu menangis lagi”.

Fatimah menjawab:” Bapak, aku menangis hanya karena batu penggiling ini, dan lagi aku hanya menangisi kesibukanku dirumah yang datang silih berganti”. Rasulullah kemudian mengambil tempat duduk disisinya.

Fatimah berkata: ”Bapak demi kemulyaanmu, mintakanlah kepada Ali supaya membelikan seorang budak untuk membantu pekerjaan-pekerjaanku membuat tepung dan menyelesaikan pekerjaan rumah”.

Manakala Rasulullah S.A.W selesai mendengar perkataan putrinya, beliau bangkit dari duduknya dan berjalan menuju tempat penggilingan. Beliau memungut segenggam biji-bijian gandum dimasukkan kepenggilingan. Dan membaca “BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIMI” Maka berputarlah alat penggilingan itu karena izin Allah. Beliau terus memasukkan biji-bijian itu sementara alat penggiling terus berputar dengan sendirinya, seraya memuji Allah dengan bahasa yang tidak dipahami manusia. Hal itu terus berjalan hingga biji-bijian itu habis.

Rasululah S.A.W bersabda kepada alat penggilingan itu: ”Berhentilah dengan ijin Allah”. Seketika alat itu berhenti. Ia berkata seraya mengutip ayat Al-Qur’an: ”Hai orang orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, Yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, keras yang tidak pernah mendurhakai Allah terhadap yang diperintahkanNYA, dan mereka selalu mengerjakan segala apa yang diperintah”. (Qs At Tahrim 6) Merasa takut jika menjadi batu kelak akan masuk neraka, demikian tiba tiba batu itu berbicara dengan ijin Allah. Ia berbicara menggunakan bahasa Arab yang fasih. Selanjutnya batu itu Berkata:”Wahai Rasulullah, demi dzat yang mengutusmu dengan hak menjadi Nabi dan rasul, seandainya engkau perintahkan aku untuk menggiling biji-bijian yang ada diseluruh jagat Timur dan Barat, niscaya akan kugiling seluruhnya’. Dan aku mendengar pula bahwa Nabi S.A.W bersabda: ”Hai batu, bergembiralah kamu sesungguhnya kamu termasuk batu yang kelak di gunakan untuk membangun gedung Fatimah di surga”. Seketika itu batu penggiling itu sangat bahagia dan berhenti.

Nabi S.A.W bersabda kepada putrinya, Fatimah : ”Kalau Allah berkehendak, hai Fatimah, niscaya batu penggiling itu akan bergerak dengan sendirinya untukmu. Tetapi Allah berkehendak mencatat kebaikan-kebaikan untuk dirimu dan menghapus keburukan-keburukanmu serta mengangkat derajatmu.

Hai Fatimah mana saja seoarang istri yang membuatkan tepung untuk suaminya dan anak anaknya, kecuali Allah mencatat baginya memperoleh kebaikkan dari setiap butir biji yang tergiling, Dan menghapus keburukkannya serta meninggikan derajatnya.

Hai Fatimah mana saja istri yang berkeringat di sisi alat penggilingannya karena membuatkan bahan makanan untuk suaminya, kecuali Allah akan memisahkan atas dirinya dan neraka sejauh tujuh hasta.

Hai Fatimah mana saja seorang istri yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci baju mereka, kecuali Allah akan mencatat baginya memperoleh pahala seperti pahalanya orang yang memberikan makan kepada seribu orang yang sedang kelaparan dan seperti pahalanya orang yang memberikan pakaian kepada seribu orang yang sedang telanjang.

Hai Fatimah mana saja istri yang menghalangi keperluan tetangganya,niscaya Allah menghalangi dia dari minum air dari telaga Kautsar pada hari kiamat.

Hai Fatimah tetapi yang lebih utama dari pada itu semua adalah keridhoan suami terhadap istrinya. Sekiranya suamimu tidak meridhoimu, tentu aku tidak akan mendoakan dirimu”. “Bukankah engkau mengerti, hai Fatimah, bahwa keridhoan suami itu menjadikan sebagian dari keridhoan Allah, dan kebencian suami merupakan bagian dari kebencian Allah.

Hai Fatimah, manakala seorang istri sedang mengandung, maka para malaikat memohonkan ampunan untuknya, dan setiap hari dirinya dicatat memperoleh seribu kebajikan dn seribu keburukannya di hapus. Apabila telah mencapai rasa sakit (menjelang melahirkan)maka Allah mencatat baginya memperoleh pahala seperti pahalanya orang orang yang berjihad di jalan Allah. Apabila telah melahirkan dirinya terbebas dari segala dosa seperti keadaannya di hari setelah dilahirkannya oleh ibunya”.

“Hai Fatimah, mana saja istri yang melayani suaminya dengan niat yang benar, kecuali dirinya

“Mana saja seorang istri yang melayani suaminya sepanjang hari dan malam, di sertai hati baik, niat yang ikhlas dan niat yang benar, kecuali Allah akan mengampuni semua dosa-dosanya. Pada hari kiamat kelak dirinya akan di beri pakaian berwarna hijau, dan dicatatkan untuknya pada setiap rambut yang ada di tubuhya dengan seribu kebajikan, dan Allah memberi pahala untuknya sebanyak orang yang pergi haji dan umrah”.

“Wahai Fatimah mana saja seorang istri yang tersenyum manis di muka suaminya, kecuali Allah akan memperhatikannya dengan penuh mendapat rahmat.

Hai Fatimah, mana saja seorang istri yang menyediakan tidur bersama suaminya dengan sepenuh hati, kecuali ada seruan yang di tujukan kepadanya dari balik langit: Hai perempuan menghadaplah dengan membawa amalmu, sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu dan yang datang”.

“Wahai Fatimah, mana saja seorang istri yang meminyaki rambut suaminya demikian juga jenggotnya memangkas kumisnya dan memotong kuku-kukunya, Kecuali Allah kelak memberi minum padanya dari “RAHIQIM MAKHTUM”(tuak yang tersegel) dan dari sungai yang terdapat di sorga, bahkan Allah akan meringankan beban sakaratul maut, kelak dirinya akan menjumpai kuburnya bagai taman surga. Allah mencatatnya terbebas dari neraka dan mudah melewati shirath(titian)”.
terbebas dari dosa-dosanya bagaikan pada hari dirinya dilahirkan ibunya. Ia keluar dari dunia (yakni mati) kecuali tanpa membawa dosa, ia menjumpai kuburnya sebagai pertamanan sorga, Allah memberinya pahala seperti pahala seribu orang yang naik haji dan berumrah, dengan seribu malaikat memohonkan ampun padanya sampai hari kiamat”.