Laman

Sabtu, 20 Mei 2017

Hadits palsu tentang bulan Ramadhan

Ketika menjelang Ramadhan banyak sekali hadits-hadits palsu yang dibeberkan dalam mimbar ceramah, salah satunya adalah ini

مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ

"”Barangsiapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.”
hadits ini tertera di kitab Dhurratun Nashihin yang disebut para ulama banyak memuat hadits palsu, termasuk kata Prof. KH. Ali Musthafa Ya’qub MA dalam bukunya, karena hadits tdk tidak punya sanad sama sekali.
Sedangkan hadits shahihnya adalah ada di shahih bukhari

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa yang menegakkan bulan ramadhan dengan penuh iman dan pengharapan (pahala Allah) makan akan diampuni dosa2nya yang telah lalu"

Riwayat lengkapnya dibawah ini

صحيح البخاري ١٨٧٠: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
قَالَ ابْنُ شِهَابٍ فَتُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْأَمْرُ عَلَى ذَلِكَ ثُمَّ كَانَ الْأَمْرُ عَلَى ذَلِكَ فِي خِلَافَةِ أَبِي بَكْرٍ وَصَدْرًا مِنْ خِلَافَةِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا

Kamis, 04 Mei 2017

Bolehkah memegang alquran ketika sholat?

Kalau tidak hafal ayat-ayat alquran dibolehkan memegang mushaf (lembaran alquran) didalam sholat
berdasarkan hadits berikut ini

عن ابن أبي مليكة أن ذكوان أبا عمرو كانت عائشة أعتقته عن دبر فكان يؤمها ومن معها في رمضان في المصحف
Dari Ibnu Abi Mulaikah, bahwa Dzakwan (Abu Amr) –budak yang dijanjikan bebas oleh Aisyah jika beliau (Aisyah) meninggal- mengimami Aisyah dan orang-orang bersama Aisyah di bulan Ramadhan dengan membaca mushaf. (HR. Bukhari secara Muallaq, dan Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf)

mushaf tidak selalu berupa buku alquran, bisa lembaran dalam kertas, kulit, batu, papan tulis atau bahkan handphone
berikut ini contohnya, ust Khairul ikhwan yang mengimami sholat tarawih dengan membaca alquran dari HP

Sabtu, 22 April 2017

Apakah benar ini makam nabi Muhammad?

Banyak beredar foto hoax yang dianggap makam Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam
salah satunya foto dibawah ini

makam Rasulullah shallalaahu alaihi wasallam tidak bisa terlihat oleh peziarah di Madinah, sedangkan makam jalaludin rumi bisa dilihat langsung seperti foto ini, termasuk oleh peziarah wanita.


Minggu, 16 April 2017

Klarifikasi istilah wahabi yang beredar di masyarakat

Kesalahfahaman awamer dengan dakwah sunnah/salafy (awamer menyebutnya WAHABI)

1. Dakwah sunnah katanya anti sholawat
KELIRU! Dakwah sunnah justru paling sering sholawat, bahkan anti menyingkat SAW setelah nama nabi. Kesalahfahaman awamer menganggap sholawat adalah pujian nabi, kadang dengan nyanyian, bahkan diiringi musik atau bergoyang. ini keliru besar ttg amalan sholawat, tidak sesuai sunnah
Ahlussunnah harus kembali ke sunnah, kalimat sholawat yang diajarkan nabi tanpa kalimat syirik dan aneh2, tanpa musik dan tanpa goyang. Karena nabi dan sahabat tidak pernah sholawat pakai alat musik.

2. Dakwah sunnah katanya anti ziarah kubur
KELIRU! Dakwah sunnah mengajak ziarah dgn sunnah nabi, seperti ziarah ke makam sanak famili, datang dan doakan mereka.. selesai
bukan datang ke kuburan keramat, mengharap berkah dari kubur, ibadah di kubur bahkan minta2 kepada ahli kubur yang bagian dari budaya jahiliyah dan syirik akbar. Syirik akbar adalah dosa lebih berat dari membunuh, zina, judi dsb, dosa yang tidak terampuni jika mati membawa dosa syirik, dan berpotensi kekal di neraka.

3. Dakwah sunnah katanya tidak cinta nabi karena tidak merayakan maulid.
KELIRU! Dakwah sunnah mengajarkan cinta nabi yg benar, ikuti cara para sahabat, para tabiin mencintai nabi dengan melestarikan sunnahnya dan sering bersholawat. bukan ikut "sunnah" nasrani... cinta isa bin maryam dengan merayakan ulang tahunnya, diiringi nyanyian puji2an, bahkan diiringi musik di rumah ibadah.

4. Dakwah sunnah katanya mengkafir2kan sesama muslim
KELIRU! Dari ribuan dauroh oleh berbagai asatidz, tidak pernah memvonis sesama muslim, si anu kafir, kelompok ini/itu kafir, tapi memperingatkan sebuah perbuatan yg salah dan kesesatan sebuah faham tidak menjadikan pelakunya kafir (keluar dari islam)
dan umat islam harus diperingatkan akan kesesatan tsb

5. Dakwah sunnah katanya radikal, anti NKRI
KELIRU! justru dakwah sunnah mengharamkan makar terhadap pemerintah yang sah, meski terpilih dengan cara tidak islami. Banyak yang salah faham dan keliru bahwa dakwah sunnah sejalan dengan ormas yang ingin mendirikan negara khilafah. SALAH BESAR.

6. Dakwah sunnah katanya anti bid'ah hasanah
Dalam ucapan nabi tidak pernah sekalipun beliau berkata bid'ah hasanah. Meskipun ada muncul belakangan oleh sebagian ulama, bid'ah hasanah adalah seperti teknologi atau budaya2 yang tidak bertentangan dengan syariat.
Adapun budaya selametan arwah, berkumpul makan/minum, apalagi dibuat bacaan2 tertentu... tidak ada satupun ulama syafi'yah yang menganggapnya bid'ah hasanah. Justru disebut bid'ah munkaroh (I'anautut thalibin) dan bid'ah ghairi mustahab (Majmu syarhu muhadzab - Imam nawawi)
Budaya yang tidak bertentangan dengan syariat misalnya budaya mudik di hari raya, yg bukan bagian dari ritual keagamaan yg diada-adakan.

7. Dakwah sunnah katanya anti ulama, dan cuma langsung ambil sabda nabi.
KELIRU! Justru semua hujjah dakwah sunnah menukil dalil2 dari kitab para ulama, seperti Imam malik, Imam hanafi, imam syafiie, imam ahmad, imam bukhari, imam muslim, imam annasa'i, imam ibnu majah, imam atturmudzi, dll, dsb...
Bahkan sering pertemuan kajian dakwah sunnah membahas kitab para ulama seperti bulughul maram, riyadhus shalihin, adabul mufrad, termasuk juga al-ibanah.
Kalau yang dimaksud ulama seperti kyai yang mengajarkan hal bertentangan dengan syariat, tidak patut dicontoh.

8. Dakwah sunnah, kenapa cuma dakwah sunnah? sunnah itu bukankah boleh ditinggalkan?
KELIRU! awamers memahami kata sunnah cuma status hukum dalam fiqh. yaitu kalau dikerjakan mendapat pahala, kalau ditinggalkan tidak apa2.
Makna sunnah secara luas adalah segala perkataan, perbuatan dan sikap nabi yang dicontoh, baik mencontoh ibadah atau kehidupan sehari2.
Sesungguhnya mengikuti sunnah itu wajib, misalnya sholat tanpa mencontoh sunnah (cara) nabi, maka tidak sah sholatnya. begitupun ibadah lainnya.

9. Dakwah sunnah katanya berfaham mujassimah dan musyabbihah
KELIRU! Mujassimah artinya memahami Allah berjasmani seperti makhluk, Musyabihah artinya menyerupai Allah dengan makhluk. Subhanallah, benarkah begitu?
Dalam alquran Allah menyatakan punya sifat kasih sifat sayang (Arrahman Arrahim) sifat cinta, sifat istiwa (bersemayam), sifat marah (Annisa:93), memiliki tangan (Shad:75), memiliki Arsy (singgasana), memiliki Kursi (dlm ayat kursi) semua harus diimani adanya TANPA TAKWIL, harus "sami'naa wa atho'naa"  Tapi dilarang menyamakan dengan makhluk atau membayangkan seperti makhluk (laisa kamitslihi syai') Dan pula dilarang sok tau mentakwil ayat mutasyabihat (lihat Ali-imran:7) atau mencari2 atau mengarang2 maknanya tanpa penjelasan dari nabi, karena nabi pun tidak pernah mentakwil.
aqidah seperti itu adalah aqidah ahlussunnah wal jamaah, dan bukanlah aqidah mujassimah seperti tuduhan oleh sebagian orang.









Rabu, 12 April 2017

Haramnya babi dalam kitab kristen dan hindu

Semua agama di dunia ini berasal dari Allah yang diturunkan kepada nabi-nabiNya. Namun sejalan dengan waktu agama-agama tsb mengalami distorsi sehingga banyak ayat-ayat tsb mengalami perubahan redaksi dan penafsiran menyimpang, yang dipaksakan berdasarkan dengan keinginan para pemuka agamanya.

Termasuk juga larangan mengkonsumsi daging babi, ada ayat-ayat peninggalan di kitab-kitab sebelum islam, seperti Taurat dan Injil yang dapat kita lihat di kitab umat nasrani sekarang. Tapi mengapa mereka melanggar peraturan tsb? Kembali lagi ke hal sebelumnya, mereka berani melanggar karena mengikuti pemahaman para pemuka agama mereka yang sudah menyimpang. Misalnya menganggap Yesus sudah menghalalkan daging tsb, meskipun tidak ada satupun ayat secara jelas bahwa yesus menyatakan daging babi halal, selain tafsiran sembarangan dengan perkataan yesus bahwa yang masuk kedalam mulut bukanlah najis. Seolah-oleh menghalalkan semua makanan. Kalau menafsirkan seperti itu berarti menganggap tidak ada yang haram masuk ke mulut, termasuk minuman keras dan narkoba.

Berikut ini adalah ayat-ayat tentang keharaman babi di al-kitab/bible

Imamat 11:7
Demikian juga babi, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.
(English version)
Leviticus 11:7
And the pig is unclean to you, because though the horn of its foot is parted, its food does not come back.

Ulangan 14:8
Juga babi, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya.
(English version)
Deuteronomy 14:8
And the pig is unclean to you, because though it has a division in the horn of its foot, its food does not come back; their flesh may not be used for food or their dead bodies touched by you.

Dalam kitab perjanjian baru, menjelaskan bagaimana syetan sangat menyukai tinggal di tubuh babi seperti ayat berikut ini

Matius 8:31 Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: "Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu."
Matius 8:32 Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah!" Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air.
(English version)
Mathew 8:31 And the evil spirits made strong prayers to him, saying, If you send us out, let us go into the herd of pigs.
Mathew 8:32 And he said to them, Go. And they came out, and went into the pigs; and the herd went rushing down a sharp slope into the sea and came to their end in the water.


Lukas 8:32 Adalah di sana sejumlah besar babi sedang mencari makan di lereng gunung, lalu setan-setan itu meminta kepada Yesus, supaya Ia memperkenankan mereka memasuki babi-babi itu. Yesus mengabulkan permintaan mereka.
Lukas 8:33 Lalu keluarlah setan-setan itu dari orang itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau lalu mati lemas.
(English version)
Luke 8:32 Now there was a great herd of pigs in that place, getting food on the mountain: and the evil spirits made a request to him that he would let them go into the pigs, and he let them.
Luke 8:33 And the evil spirits came out of the man and went into the pigs: and the herd went rushing down a sharp slope into the water and came to destruction.

Berikut ini adalah ayat keharaman babi dalam kitab Hindu

Manu Smriti Ch 5 Verse 19
“A Brahmin should not eat Mushroom, pig, Onion otherwise he will fall”

Vishnu Sutra Ch 5 Verse 49
“Those who sell the pig meat, same punishment will be given to him (Chop off his opposite limbs)’



Bumi bulat atau datar? menurut para ulama

Hal ini cuma masalah khilafiyah (perselisihan pendapat), tapi khilafiyah  yang sekedar hal kecil, tidak berhubungan dengan nilai aqidah keimanan.
Syekh bin baaz berpendapat bumi ini datar berdasarkan penafsiran beliau

Sedangkan pendapat syaikhul islam Ibnu taimiyah (wafat September 1328) menyatakan bahwa bentuk bumi adalah seperti bola



Beliau berkata dlm kitabnya Majmu’ Fatawa: 25/ 195

“Telah berkata Imam Abul Husain Ibnul Munadi rahimahullah termasuk ulama terkenal dalam pengetahuannya terhadap atsar-atsar dan kitab-kitab besar pada cabang-cabang ilmu agama, yang termasuk dalam thabaqah/tingkatan kedua ulama dari pengikut imam Ahmad: “Tidak ada perselisihan di antara para ulama bahwa langit itu seperti bola

Beliau juga berkata: “Demikian pula mereka telah bersepakat bahwa bumi ini dengan seluruh pergerakannya baik itu di daratan maupun lautan, seperti bola

Beliau berkata lagi: “Dalilnya adalah matahari , bulan dan bintang-bintang tidak terbit dan tenggelam pada semua penjuru bumi dalam satu waktu, akan tetapi terbit di timur dahulu sebelum terbit di barat”

Senin, 10 April 2017

Ambeiyen / wasir ku sembuh dengan buah ini

Sudah hampir sebulan aku menderita wasir, awalnya karena buang air mengejan selama 2-3 hari berturut-turut, disamping pekerjaanku yang menuntutku harus banyak duduk

wasir memang menyakitkan, meski saya fahami bahwa setiap penyakit adalah pengurang dosa-dosa kita (alhadits), tapi siapa yang ingin sakit? tentu jika sudah sakit semua manusia fitrahnya ingin sembuh. termasuk wasir ini yang bukan hanya menganggu aktivitas tapi rasa nyeri yang tidak tertahankan, terutama pasca buang air besar.

Berbagai obat saya coba, mulai obat luar (salep) dengan berbagai merek, dari obat china yg murah sampai obat import yang diatas 100ribu hanya dengan tube kecil, juga kapsul yang dimasukkan ke anus..... tapi semua tidak ada hasil.

Begitupun berbagai herbal saya coba, ekstrak daun ungu, herbal khusus wasir, jamu kapsul, air kunyit, begitupun buah pepaya dan bengkoang yang dipercaya bisa mengurangi masalah wasir juga tidak ada perubahan. Alhamdulillah Allah akhirnya memberi petunjuk kesembuhan dengan buah ini

Awalnya saya googling dan saya coba LABU SIAM, meski agak pesimis juga, karena pepaya, kunyit, bengkoang juga hasil googling tapi tidak efektif. Karena ada beberapa kesaksian baik dalam dan luar negeri tentang efektivitas buah ini untuk mengatasi wasir. Kalau di luar negeri buah ini disebut Chayote.

Buah yang sering digunakan pada sayur asam ini ternyata memang ampuh untuk mengatasi wasir tanpa menunggu lama. Bahkan bisa mengurangi nyeri secara cepat, hanya hitungan menit atau 1 jam.

Caranya labu siam saya cuci bersih, kulit tidak saya kupas, (karena memang repot kupasnya hehe) lalu dipotong kecil2 kemudian diblender dengan dicampur air yang cukup untuk segelas. Air yang bercampur serbuk labu tsb saya minum pagi, siang, sore dan malam sebelum tidur.
Alhamdulillah, baru sehari minum, esok paginya, yang biasanya setelah BAB pantat terasa nyeri, sudah berkurang, di hari berikutnya sudah tidak nyeri lagi, dan ketika saya buat artikel ini, sudah hari ketiga tidak terasa nyeri lagi, cuma sedikit rasa gatal saja, mungkin karena proses penyembuhan. Karena biasanya setelah BAB akan terasa nyeri sekali, sampai menyetir pun tidak konsen karena menahan sakit.

Rasa juice buah ini pun enak, kalau minum air saringannya saja rasanya seperti minum air tebu, tapi kurang manis dibanding air tebu. Disarankan diminum dengan serbuknya agar menambah asupan serat dalam pencernaan untuk mempercepat proses penyembuhan.

Kalau bosan sesekali bisa campur sirup buah, tapi saya cuma 2x saja coba dicampur juice anggur agar tidak bosan.

Sebagai tambahan, untuk mempercepat kesembuhan, perbanyak minum air putih, karena dehidrasi bisa memperparah peradangan, dan juga hindari makanan/minuman yang bisa membuat konstipasi (bab tidak lancar) seperti kopi, coklat, daging merah (sapi, kambing, dan sejenisnya).

Semoga bermamfaat


Kamis, 06 April 2017

Apakah nabi Adam hidup di zaman purbakala?

Terkadang teori-teori ilmu pengetahuan umum (iptek) membingungkan para penuntut ilmu, seolah-olah tidak nyambung. Memang ada sebagian yang tidak nyambung, tapi ada juga yang berhubungan. Misalnya tentang masa kehidupan Adam alahis salam, dimasa apakah beliau hidup? Apakah termasuk manusia purbakala?

Sekarang kita perhatikan bukti ilmiah berikut ini

Fosil tertua yang ditemukan tahun 2001 dengan nama Sahelanthropus tchadensis yang diperkirakan berusia 7 juta tahun, ditemukan di Chad, negara yang berdekatan dengan Libya dan Sudan. Perkiraan ini dihitung berdasarkan usia lapisan batu/tanah dimana fosil tsb ditemukan.

Sedangkan Adam kalau ditelusuri berdasarkan nasab (garis keturunan) dari para nabi dengan perhitungan mundur mulai nabi Ibrahim dan seterusnya hingga Nuh, Idris hingga Adam tidak lebih dari 10.000 tahun lalu. Bahkan ada yang menyimpulkan Adam hidup sekitar 3000an SM. Karena dari ke-25 nabi ada nabi yang hidup sezaman, misalnya Ibrahim sezaman dengan Luth, Ismail, Ishaq, Ya'qub sezaman dengan Yusuf, Musa sezaman dengan Syuaib, dsb.

Dengan paparan diatas, apakah bertolak belakang antara sejarah agama dengan teori sains? Tidak sama sekali. Sekarang perhatikan Al-Baqarah:30 yang mana berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah". Banyak yang memaknai kata 'khalifah' tsb adalah Pemimpin. Padahal bukan itu, secara bahasa khalifah artinya 'Pengganti' asal kata 'Khalafa' yang artinya 'Menggantikan'....  ya, karena Allah hendak mengganti penguasaan bumi kepada species lain.

Kemudian perhatikan (masih di ayat yang sama), para malaikat merespon atas keputusan Allah tsb: "Apakah Engkau hendak menjadikan (di bumi) yang akan merusak di dalam nya dan menumpahkan darah?". Para ulama mufassirin menafsirkan pertanyaan malaikat tsb berkaitan dengan makhluk-makhluk sebelumnya yang selalu melakukan perusakan dan menumpahkan darah di bumi. Jadi dipastikan bahwa para malaikat pernah menyaksikan bumi pernah dihuni oleh makhluk berintelingensi seperti manusia sebelum dihuni Adam.

Sejarah hidup para nabi bukan saja tercantum di Al-qur'an, tapi juga di kitab Yahudi dan Nasrani dengan kisah lebih dari 25 nabi dengan riwayat yang lebih banyak, tapi tentunya kita sebagai muslim tidak terlalu meyakini kebenaran semua kisahnya 100%, yang dalam islam disebut dengan istilah "Israiliyat".

Rasulullah bersabda dalam Shahih Bukhari no.6987

صحيح البخاري ٦٩٨٧: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
كَانَ أَهْلُ الْكِتَابِ يَقْرَءُونَ التَّوْرَاةَ بِالْعِبْرَانِيَّةِ وَيُفَسِّرُونَهَا بِالْعَرَبِيَّةِ لِأَهْلِ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُصَدِّقُوا أَهْلَ الْكِتَابِ وَلَا تُكَذِّبُوهُمْ وَقُولُوا
{ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ }
الْآيَةَ

Shahih Bukhari 6987: Abu Hurairah berkata, "Ahli kitab membaca Taurat dengan bahasa Ibrani, dan mereka menafsirkannya dengan bahasa arab untuk pemeluk Islam." Spontan Rasulullah Sallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Jangan kalian membenarkan ahli kitab dan jangan pula mendustakan mereka, katakan saja: 'Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan'."

Kesimpulan:
Sebelum Adam diturunkan ke bumi, bumi bukanlah planet kosong yang tidak ada kehidupan sama sekali. Allah sudah menempatkan berbagai dabbah (makhluk melata) di bumi, salah satunya species seperti manusia. Dalam Al-maidah:31 diceritakan bagaimana burung gagak memberi inpirasi kepada putra Adam untuk menguburkan saudaranya. menandakan di zaman itu sudah ada makhluk hidup lain seperti sekarang.
Namun kebenaran dan fakta hanyalah pada sisi Allah, kami sekedar mengkolaborasikan antara fakta sains dengan hujjah Al-qur'an.
والله تعالى اعلم




Rabu, 29 Maret 2017

Adakah sholat sunnat setelah ashar? ADA

Dibolehkan sholat sunnat setelah ashar asalkan posisi matahari masih tinggi
Dan nabi senantiasa melakukannya di rumah, bukan di masjid

dan juga berdasarkan dalil berikut ini dari Shahih Bukhari

صحيح البخاري ٥٥٥: حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ أَيْمَنَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي أَنَّهُ سَمِعَ عَائِشَةَ قَالَتْ
وَالَّذِي ذَهَبَ بِهِ مَا تَرَكَهُمَا حَتَّى لَقِيَ اللَّهَ وَمَا لَقِيَ اللَّهَ تَعَالَى حَتَّى ثَقُلَ عَنْ الصَّلَاةِ وَكَانَ يُصَلِّي كَثِيرًا مِنْ صَلَاتِهِ قَاعِدًا تَعْنِي الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعَصْرِ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّيهِمَا وَلَا يُصَلِّيهِمَا فِي الْمَسْجِدِ مَخَافَةَ أَنْ يُثَقِّلَ عَلَى أُمَّتِهِ وَكَانَ يُحِبُّ مَا يُخَفِّفُ عَنْهُمْ

Shahih Bukhari 555: Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim berkata, telah menceritakan kepada kami 'Abdul Wahid bin Aiman berkata, telah menceritakan kepadaku Bapakku bahwa dia mendengar 'Aisyah berkata, "Demi Dzat yang telah mewafatkan beliau, beliau tidak pernah meninggalkan keduanya hingga beliau berjuma Allah, dan tidaklah beliau bertemu Allah hingga terasa berat mengerjakan shalat (tua). Beliau sering mengerjakan shalat dengan duduk, yakni dua rakaat setelah 'Ashar. Namun Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak mengerjakannya di masjid karena khawatir akan memberatkan ummatnya, sebab beliau lebih suka meringankan mereka."

Rabu, 22 Maret 2017

Rasulullah tidak pernah pakai biji tasbih



Kita sering melihat baik di film-film atau kehidupan nyata seseorang tokoh agama berjubah, bersurban, dengan memegang biji tasbih di tangannya, seolah-olah benda tsb adalah sakral dan bagian dari sunnah nabi.
Padahal kalau mau diteliti, benda tsb tidak pernah ada di zaman rasulullah maupun tabiin. Benda itu mulai digunakan oleh kelompok sufi yang meniru agama lain, seperti pada Katolik disebut biji rosario, mereka menggunakan alat itu untuk "berdzikir". Hal yang sama pada Hindu dan Budha

Kita juga kerap menemukan benda ini di saudi, bahkan dijual di sekeliling masjidil haram atau masjid nabawi hingga sekarang, karena tidak bisa dipungkiri dahulu sufisme mendominasi tanah haram hingga setelah ulama-ulama mujaddid perlahan-lahan mengikis kebiasaan bid'ah khurafat tahayul dan syirik. Tapi untuk biji tasbih masih tetap ada saja yang menjual, karena banyak pendatang yang suka dengan benda tsb sebagai oleh-oleh, terutama jemaah indonesia sebagai jemaah terbesar dari asia.

Tulisan ini dibuat untuk memperjelas bahwa benda itu bukanlah bagian dari sunnah nabi, melainkan warisan agama lain. Tapi jika anda masih merasa nyaman menggunakan sebatas alat hitung tidak apa, asalkan jangan dianggap bagian dari sunnah apalagi dianggap bertuah seperti yang banyak dijual para dukun berkedok kyai. Kalau seperti itu sudah dikatakan kesyirikan karena dianggap tamimah (jimat), benda yang bisa memberi mamfaat secara ghaib.

Sama halnya dengan simbol bulan-bintang. Simbol tsb tidak pernah ada di zaman rasulullah. Logo itu nulai digunakan di masa kekhalifahan Utsmaniyah di Turki. Bendera yang digunakan para mujahid di zaman nabi adalah bendera berlafadz Tauhid.

Senin, 13 Maret 2017

Perintahkan anak untuk sholat

Dalam hadits riwayat Abu Daud no.417 yang hasan - shahih

سنن أبي داوود ٤١٧: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى يَعْنِي ابْنَ الطَّبَّاعِ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ الرَّبِيعِ بْنِ سَبْرَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرُوا الصَّبِيَّ بِالصَّلَاةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِينَ وَإِذَا بَلَغَ عَشْرَ سِنِينَ فَاضْرِبُوهُ عَلَيْهَا

Sunan Abu Daud 417: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perintahkanlah anak kecil untuk melaksanakan shalat apabila sudah mencapai umur tujuh tahun, dan apabila sudah mencapai umur sepuluh tahun maka pukullah dia apabila tidak melaksanakannya".

Tapi perlu dicermati bahwa memukul yang dimaksud adalah pukulan mendidik, hindari wajah atau pukulan yang membahayakan atau bukan pukulan yang menganiaya.
Pukulan tsb dimaksudkan menyelamat anak kelak selamat dari pukulan malaikat dan bakaran api neraka yang jauh lebih mengerikan.


Jumat, 17 Februari 2017

Apakah yang dimaksud dengan Thaghut?

Thaghut adalah istilah sesembahan atau berhala yang disembah di masa jahiliyah seperti tertera dalam hadits-hadits dibawah ini

سنن الترمذي ٢٨٩١: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَال سَمِعْتُ الزُّهْرِيَّ يُحَدِّثُ عَنْ عُرْوَةَ قَالَ قُلْتُ لِعَائِشَةَ
مَا أَرَى عَلَى أَحَدٍ لَمْ يَطُفْ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ شَيْئًا وَمَا أُبَالِي أَنْ لَا أَطُوفَ بَيْنَهُمَا فَقَالَتْ بِئْسَ مَا قُلْتَ يَا ابْنَ أُخْتِي طَافَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَطَافَ الْمُسْلِمُونَ وَإِنَّمَا كَانَ مَنْ أَهَلَّ لِمَنَاةَ الطَّاغِيَةِ الَّتِي بِالْمُشَلَّلِ لَا يَطُوفُونَ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
{ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوْ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا }
وَلَوْ كَانَتْ كَمَا تَقُولُ لَكَانَتْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ لَا يَطَّوَّفَ بِهِمَا
قَالَ الزُّهْرِيُّ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِأَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ فَأَعْجَبَهُ ذَلِكَ وَقَالَ إِنَّ هَذَا الْعِلْمُ وَلَقَدْ سَمِعْتُ رِجَالًا مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ يَقُولُونَ إِنَّمَا كَانَ مَنْ لَا يَطُوفُ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ مِنْ الْعَرَبِ يَقُولُونَ إِنَّ طَوَافَنَا بَيْنَ هَذَيْنِ الْحَجَرَيْنِ مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ وَقَالَ آخَرُونَ مِنْ الْأَنْصَارِ إِنَّمَا أُمِرْنَا بِالطَّوَافِ بِالْبَيْتِ وَلَمْ نُؤْمَرْ بِهِ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى
{ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ }
قَالَ أَبُو بَكْرِ بْنُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ فَأُرَاهَا قَدْ نَزَلَتْ فِي هَؤُلَاءِ وَهَؤُلَاءِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Riwayat Tirmidzi 2891: dari 'Urwah ia berkata; Aku berkata kepada 'Aisyah; "Menurutku, orang yang tidak sa'i antara shafa dan marwah tidak menanggung apa pun dan aku tidak perduli untuk tidak sa'i di antara keduanya." 'Aisyah menimpali; "Amat buruk apa yang kau ucapkan, wahai keponakanku, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melakukan sa'i dan juga kaum muslimin, sesungguhnya orang yang bertalbiyah untuk Manat, sang thaghut yang ada di Musyallil (tempat antara Makah dan Madinah yang banyak airnya) itulah yang tidak mengerjakan sa'i antara Shafa dan Marwah. Lalu Allah Tabaraka wa Ta'ala menurunkan ayat: "Maka barangsiapa beribadah haji ke Baitullah atau ber'umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya." QS Al-Baqarah: 158. dst......


صحيح مسلم ٣١٠٨: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ هِشَامٍ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَحْلِفُوا بِالطَّوَاغِي وَلَا بِآبَائِكُمْ

Shahih Muslim 3108: dari Hasan dari Abdurrahman bin samurah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian bersumpah dengan menyebut nama-nama berhala (thawagh - jamak dari thaghut) atau dengan menyebut bapak-bapak kalian."


سنن ابن ماجه ٢٠٨٦: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ هِشَامٍ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَحْلِفُوا بِالطَّوَاغِي وَلَا بِآبَائِكُمْ

Riwayat Ibnu Majah 2086: dari 'Abdurrahman bin Samurah ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian bersumpah dengan nama-nama berhala (thawagh - jamak dari thaghut) atau dengan dan bapak-bapak kalian."


Jumat, 06 Januari 2017

Berdenging di telinga (tinnitus)

Awal tahun 2017 ini aku diberi cobaan Allah dengan penyakit telinga berdengung atau disebut Tinnitus sudah berbagai upaya aku lakukan, dengan minuman herbal china, akupunktur, ke dokter THT, bahkan ruqyah syar'iyyah, tidak ada perubahan aku cuma pasrah, aku coba menjalani saja sisa hidupku ini dengan menjalani cobaan dariMU yaa Allah, semoga aku bisa bersabar sekarang yang aku coba adalah berusaha hidup senormal mungkin, dan coba menghiraukan suara di telingaku yang tidak jelas asal-usulnya ini

=============================
Update 1 Feb 2017

hari2 aku coba jalani dengan tabah meski menderita, terutama di malam hari sangat sulit istirahat, dan inilah seumur hidupku aku mengalami insomnia berminggu2
Aku yakin Allah tidak akan memberi cobaan ini seumur hidupku, insya Allah akan segera sembuh... aku berhusnudzan kepadamu ya Allah.


kalau medis menyatakan tinnitus tidak ada obatnya, tetapi aku lebih yakin sabda Rasululah bahwa setiap penyakit ada obatnya, cuma manusia saja yang belum mengetahui obatnya, oleh karenanya aku tetap meminta petunjuk kepadaNya.
hadits dari shahih Muslim no.4084 dibawah ini




Jumat, 25 November 2016

Berwudhu sesuai sunnah atau cara nabi

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Satu mudd itu cukup untuk berwudhu’, sedangkan untuk mandi itu satu shaa’, dan akan datang sebuah kaum yang menganggap ukuran itu sedikit, maka mereka itu menyelisihi Sunnahku, sedangkan yang memegangi Sunnahku akan berada di Jannah Hadziiratul Qudus, yang menjadi tempat hiburannya penghuni Jannah. (HR an-Nasai)
===============================
Dalam Sunanul Atsraam, dari hadits Salim bin Abil Ja’d, dari Jabir bin ‘Abdillah (sahabat) dia berkata, “Satu mudd cukup untuk berwudhu’, untuk mandi janabat satu shaa’, maka ada orang yang berkata, “Tidak cukup buatku,” maka Jabir marah hingga wajahnya memerah kemudian berkata, “Telah cukup bagi orang yang lebih baik darimu dan lebih lebat rambutnya.”
===============================
 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُجْزِىءُ مِنَ الْغُسْلِ الصَّاعُ، وَمِنَ الْوُضُوءِ الْمُدُّ.

“Satu shaa’ cukup untuk mandi, sedangkan untuk wudhu’ satu mudd  (HR an-Nasai)
===============================
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

سَيَكُوْنُ فِي هَذِهِ اْلأُمَّةِ، قَوْمٌ يَعْتَدُوْنَ فِي الطَّهُوْرِ وَالدُّعَاءِ.

“Akan ada di umat ini suatu kaum yang berlebihan dalam bersuci dan berdo’a. (HR Abu daud no.96)



Senin, 21 November 2016

Kumpulan teks bahasa arab

Kumpulan teks bahasa arab yang sering digunakan

لاحول ولا قوة الا بالله

آمين آمين يا ربّ العالمين


والله تعالى اعلم

والله المستعان

أستغفر اللّٰه العظيم

الحَمْد لله ربّ العالمين

اللهم صلّى على محمّد وعلى آل محمّد

 أشهد أن لا إله إلاَّ الله و أشهد أن محمد رسول الله

انا لله وانا اليه راجعون

حفظه الله تعالى

رحمه الله تعالى

بسم الله الرحمن الرحيم

سبحان الله

ماشاء الله

نعوذ بالله ثمّ نعوذ بالله

نعوذ بالله من شرك وبدعة

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

جزاكم الله خيرا كثيرا

ان شاء الله


اعوذ بالله السميع العليم من الشيطان الرّجيم

شفاك الله




Rabu, 16 November 2016

Larangan meniup air minum

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُتَنَفَّسَ فِى الإِنَاءِ أَوْ يُنْفَخَ فِيهِ
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari bernafas di dalam wadah air (bejana) atau meniupnya.” (HR. Tirmidzi no. 1888, Abu Daud no. 3728, dan Ibnu Majah no. 3429. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Secara logika kita tidak tau apa maksud larangan tersebut. Tapi ternyata ada alasan ilmiah dibalik itu

Air minum yang baik adalah yang bersifat alkali atau PH (potential Hydrogen) seimbang
bila ditest dengan PH tester akan berubah jadi kuning, hijau, biru atau ungu
kuning adalah buruk (acid) dan ungu adalah yg tertinggi (alkaline), tapi untuk minum sehari-hari adalah biru yang terbaik

Ketika air dengan PH yang baik ditiup, maka akan menurunkan level PH air yang berarti menurunkan kualitas air minum. Lihat video berikut ini bagaimana air zamzam mengandung level PH yang baik, tidak aneh kalau dinyatakan nabi sebagai air yang menyembuhkan.  Karena air mineral dan berPH bagus adalah obat segala macam penyakit jika diminum secara rutin.

Sabtu, 24 September 2016

Hadits-hadits seputar surban imamah

Imamah adalah surban yang dililit dikepala. Dilakukan sebagian orang dengan maksud ittiba' kepada nabi. Berikut ini adalah beberapa hadits seputar imamah



سنن أبي داوود ٣٥٥٤: حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ وَمُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ قَالُوا حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَامَ الْفَتْحِ مَكَّةَ وَعَلَيْهِ عِمَامَةٌ سَوْدَاءُ

Abu Daud 3554: dari Jabir berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masuk saat pembukaan (penaklukan) kota Makkah dengan mengenakan imamah (surban yang lilitkan kepala) berwarna hitam."


سنن أبي داوود ٣٥٥٥: حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ مُسَاوِرٍ الْوَرَّاقِ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حُرَيْثٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمِنْبَرِ وَعَلَيْهِ عِمَامَةٌ سَوْدَاءُ قَدْ أَرْخَى طَرَفَهَا بَيْنَ كَتِفَيْهِ

Abu Daud 3555: dari Ja'far bin Amru bin Huraits dari Bapaknya ia berkata, "Aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di atas mimbar mengenakan surban berwarna hitam, sementara ujungnya menjuntai pada dua pundaknya."


سنن أبي داوود ٣٥٢٠: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْأَنْمَاطِيُّ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الرَّازِيُّ ح و حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الرَّازِيُّ حَدَّثَنَا أَبِي أَخْبَرَنِي أَبِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ سَعْدٍ قَالَ
رَأَيْتُ رَجُلًا بِبُخَارَى عَلَى بَغْلَةٍ بَيْضَاءَ عَلَيْهِ عِمَامَةُ خَزٍّ سَوْدَاءُ فَقَالَ كَسَانِيهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
هَذَا لَفْظُ عُثْمَانَ وَالْإِخْبَارُ فِي حَدِيثِهِ

Abu Daud 3520: dari bapaknya Sa'd ia berkata, "Di Bukhara aku melihat seorang laki-laki di atas bighal putih mengenakan imamah (semacam surban yang lilitkan pada kepala) hitam bersulam sutera, laki-laki itu lantas berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengenakanku imamah ini." Ini adalah lafadz Utsman dalam haditsnya.


سنن الترمذي ١٦٥٧: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ
دَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَّةَ يَوْمَ الْفَتْحِ وَعَلَيْهِ عِمَامَةٌ سَوْدَاءُ
قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ عَلِيٍّ وَعُمَرَ وَابْنِ حُرَيْثٍ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَرُكَانَةَ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ جَابِرٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Tirmidzi 1657:  dari Jabir ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk Makkah saat terjadi penaklukan dengan mengenakan imamah (surban yang dililitkan kepala) berwarna hitam." Abu Isa berkata, "Dalam bab ini juga ada hadits dari Ali, Umar, Ibnu Huraits, Ibnu Abbas dan Rukanah." Abu Isa berkata, "Hadits Jabir ini derajatnya hasan shahih."


سنن النسائي ٥٢٤٨: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مُسَاوِرٍ الْوَرَّاقِ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حُرَيْثٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
رَأَيْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِمَامَةً حَرْقَانِيَّةً

Nasa'i 5248: Telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Muhammad bin 'Abdurrahman ia berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Musawir Al Warraq dari Ja'far bin Amru bin Huraits dari Bapaknya ia berkata, "Aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengenakan imamah harqaniah (surban berwarna hitam)."


سنن ابن ماجه ١٠٩٤: حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ مُسَاوِرٍ الْوَرَّاقِ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حُرَيْثٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ عَلَى الْمِنْبَرِ وَعَلَيْهِ عِمَامَةٌ سَوْدَاءُ

Ibnu Majah 1094: dari Ja'far bin Amru bin Huraits dari Bapaknya ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah di atas mimbar sedang beliau memakai imamah warna hitam. "





Nabi pernah sholat pakai sandal

صحيح البخاري ٣٧٣: حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنَا أَبُو مَسْلَمَةَ سَعِيدُ بْنُ يَزِيدَ الْأَزْدِيُّ قَالَ سَأَلْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ
أَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِي نَعْلَيْهِ قَالَ نَعَمْ

Shahih Bukhari 373: Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata, telah mengabarkan kepada kami Abu Maslamah Sa'id bin Yazid Al Azdi berkata, "Aku bertanya kepada Anas bin Malik, "Apakah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat dengan memakai sandal?" Dia menjawab, "Ya."


سنن أبي داوود ٥٥٥: حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي نَعَامَةَ السَّعْدِيِّ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ
بَيْنَمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي بِأَصْحَابِهِ إِذْ خَلَعَ نَعْلَيْهِ فَوَضَعَهُمَا عَنْ يَسَارِهِ فَلَمَّا رَأَى ذَلِكَ الْقَوْمُ أَلْقَوْا نِعَالَهُمْ فَلَمَّا قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاتَهُ قَالَ مَا حَمَلَكُمْ عَلَى إِلْقَاءِ نِعَالِكُمْ قَالُوا رَأَيْنَاكَ أَلْقَيْتَ نَعْلَيْكَ فَأَلْقَيْنَا نِعَالَنَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ جِبْرِيلَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَانِي فَأَخْبَرَنِي أَنَّ فِيهِمَا قَذَرًا أَوْ قَالَ أَذًى وَقَالَ إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَلْيَنْظُرْ فَإِنْ رَأَى فِي نَعْلَيْهِ قَذَرًا أَوْ أَذًى فَلْيَمْسَحْهُ وَلْيُصَلِّ فِيهِمَا
حَدَّثَنَا مُوسَى يَعْنِي ابْنَ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا أَبَانُ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ حَدَّثَنِي بَكْرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا قَالَ فِيهِمَا خَبَثٌ قَالَ فِي الْمَوْضِعَيْنِ خَبَثٌ

Sunan Abu Daud 555: Tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengerjakan shalat bersama para sahabatnya, tiba tiba beliau melepaskan kedua sandalnya lalu meletakkannya di sebelah kirinya. Sewaktu para sahabat melihat tindakan beliau tersebut, mereka ikut pula melepas sandal mereka. Maka tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selesai shalat, beliau bersabda: "Apa gerangan yang membuat kalian melepas sandal sandal kalian?" Mereka menjawab; Kami melihat engkau melepas sandal, sehingga kami pun melepaskan sandal sandal kami. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Malaikat Jibril 'Alaihis Salam telah datang kepadaku, lalu memberitahukan kepadaku bahwa di sepasang sandal itu ada najisnya." Selanjutnya beliau bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian datang ke masjid, maka perhatikanlah, jika dia melihat di sepasang sandalnya terdapat najis atau kotoran maka bersihkan, dan shalatlah dengan sepasang sandalnya itu."


سنن أبي داوود ٥٥٧: حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ حُسَيْنٍ الْمُعَلِّمِ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ
رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي حَافِيًا وَمُنْتَعِلًا

Abu Daud 557: Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Ali bin Al-Mubarak dari Husain Al-Mu'allim dari Amru bin Syu'aib dari Ayahnya dari Kakeknya dia berkata; Saya pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengerjakan shalat dengan kaki telanjang dan memakai sandal.


Pertanyan Munkar Nakir di alam kubur

صحيح البخاري ١٢٥٢: حَدَّثَنَا عَيَّاشٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا سَعِيدٌ قَالَ وَقَالَ لِي خَلِيفَةُ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعَبْدُ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَتُوُلِّيَ وَذَهَبَ أَصْحَابُهُ حَتَّى إِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ أَتَاهُ مَلَكَانِ فَأَقْعَدَاهُ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّهُ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ فَيُقَالُ انْظُرْ إِلَى مَقْعَدِكَ مِنْ النَّارِ أَبْدَلَكَ اللَّهُ بِهِ مَقْعَدًا مِنْ الْجَنَّةِ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَرَاهُمَا جَمِيعًا وَأَمَّا الْكَافِرُ أَوْ الْمُنَافِقُ فَيَقُولُ لَا أَدْرِي كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ فَيُقَالُ لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ ثُمَّ يُضْرَبُ بِمِطْرَقَةٍ مِنْ حَدِيدٍ ضَرْبَةً بَيْنَ أُذُنَيْهِ فَيَصِيحُ صَيْحَةً يَسْمَعُهَا مَنْ يَلِيهِ إِلَّا الثَّقَلَيْنِ

Shahih Bukhari 1252: Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Jika suatu jenazah sudah diletakkan didalam kuburnya dan teman-temannya sudah berpaling dan pergi meninggalkannya, dia mendengar gerak langkah sandal sandal mereka, maka akan datang kepadanya dua malaikat yang keduanya akan mendudukkannya seraya keduanya berkata, kepadanya: "Apa yang kamu katakan tentang laki-laki ini, Muhammad Shallallahu'alaihiwasallam?". Maka jenazah itu menjawab: "Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan utusanNya". Maka dikatakan kepadanya: "Lihatlah tempat dudukmu di neraka yang Allah telah menggantinya dengan tempat duduk di surga". Nabi Shallallahu'alaihiwasallam selanjutnya berkata,: "Maka dia dapat melihat keduanya". Adapun (jenazah) orang kafir atau munafiq akan menjawab: "Aku tidak tahu, aku hanya berkata, mengikuti apa yang dikatakan kebanyakan orang". Maka dikatakan kepadanya: "Kamu tidak mengetahuinya dan tidak mengikuti orang yang mengerti". Maka kemudian dia dipukul dengan palu godam besar terbuat dari besi diantara kedua telinganya sehingga mengeluarkan suara teriakan yang dapat didengar oleh yang ada di sekitarnya kecuali oleh dua makhluq (jin dan manusia) ".

Kamis, 22 September 2016

Dalil 99 asmaul husna

صحيح البخاري ٦٨٤٣: حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً إِلَّا وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
{ أَحْصَيْنَاهُ }
حَفِظْنَاهُ

Shahih Bukhari 6843: dari Abu Hurairah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu, siapa yang meng-ihsha'nya, maka ia masuk surga." Dan makna meng-ihsha' adalah menjaga sebagaimana firman Allah: 'Ahshainaa (Kami menjaganya) ' (Qs. Yasin: 12).