Rabu, 27 Januari 2016

kalimat sesat dalam kitab Al-barzanji

Dalam surah Al-ahqaf: 5 Allah telah berfirman sbb:

"Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang berdo'a kepada selain Allah yang tidak dapat mengabulkan (doa) nya sampai hari kiamat, sedangkan mereka (yang diminta) lalai terhadap do'a mereka (yang meminta) "
Pada ayat diatas jelas bagaimana Allah menyatakan sesat kepada siapapun yang berdo'a kepada selain Allah. Sekarang kita lihat kutipan qashidah atau sya'ir di kitab Al-barzanji ini yang orang awam menyebutnya 'sholawat'. Ironisnya qasidah ini seperti menjadi bacaan umum di acara-acara walimah seperti aqiqah, perayaan maulud nabi dll

Sekarang mari kita teliti tampilan halaman di kitab tsb berikut ini:



Terjemahnya dibawah ini

engkau adalah penutup para utusan, engkau adalah orang yang paling banyak bersyukur kepada Allah
hambamu yang miskin mengharapkan, Karuniamu (wahai nabi) yang sangat banyak
Padamu aku telah berbaik sangka, Wahai pemberi kabar gembira dan Pemberi Peringatan
Maka tolonglah aku, dan selamatkan aku, Wahai penyelamat dari neraka sa'ir
Wahai penolongku dan tempat berlindungku, Dalam perkara-perkara besar dan berat yang menimpaku
Berbahagialah dan hilanglah kesusahan hamba yang senang kepadamu.
Wahai bulan purnama yang nampak terang bagimu sifat yang indah
Tiada orang yang orang tuanya lebih suci darimu sama sekali wahai kakek Hasan dan Husain.
Bagimu sholawat Allah selamanya sepanjang masa. Wahai pemilik kebaikan wahai pengangkat derajat
Hapuskanlah dosa-dosaku dan ampuni kesalahan-kesalahanku
Engkau adalah Pengampun kesalahan kesalahan dan dosa yang merusakkan.
Engkau adalah Yang Menutupi kejelekan dan menyelamatkan dari kesalahan.


Dari konteks terjemah diatas, apakah wajar kita mengucap hal demikian? kalau disandingkan dengan firman Allah di Al-ahqaf: 5 tadi
Karena satu-satunya tempat untuk berdo'a adalah cuma kepada Allah.
Jangan sampai aqidah kita cacat hanya karena mengikuti tradisi yang kita tidak tau apa yg terkandung dalam tradisi tsb. Karena inti dari keislaman yang sempurna adalah aqidah yang lurus... selebihnya adalah hal yang bukan prinsip (furu'iyyah)

Bersholawat sesungguhnya adalah mendo'akan nabi, dan bukan memuji-muji. Seperti kalimat yang diajarkan nabi. Kenapa mendoakan nabi? Lihat penjelasannya di halaman lain tentang apa itu sholawat


Semoga bermamfaat

Sabtu, 23 Januari 2016

Kenapa Allah menyebut 'Kami' didalam alquran?

Didalam ayat-ayat tentang penciptaan dan segala proses alam termasuk penyampaian wahyu, Allah kadang menyebut 'Kami' karena dalam proses tsb juga melibatkan unsur alam lain seperti malaikat atau elemen alam atas kehendakNYA, mulai dari yang tidak terlihat seperti atom, molekul, electron, proton dll hingga yang berukuran besar seperti bulan, matahari, dll yang semua berproses atas kehendak dan perintah Allah SWT. 

 Tetapi Allah juga kadang menggunakan kata 'AKU' dalam penciptaan untuk menegaskan bahwa bagaimanapun semua proses alam tsb berdasarkan kehendakNya. Seperti dalam ayat "Tidak AKU ciptakan jin dan manusia selain untuk ibadah (menghamba) kepadaKu"

Lain halnya dalam hal penghambaan, berdoa dan menyembah, Allah tidak pernah menyatakan dengan kata 'Kami' Tidak ada satupun ayat dalam alquran yang mencantumkan kalimat seperti "sembahlah Kami" atau "berdo'alah kepada Kami" atau "tiada Tuhan selain kami". Melainkan "Sembahlah Aku" atau "berdoalah kepadaKu" atau "tiada Tuhan selain AKU" untuk menegaskan ketunggalan Allah. Contoh-contoh ayatnya bisa kita lihat dibawah ini
(Al-anbiyaa:25) "Tiada Tuhan selain AKU"
(Al-anbiyaa:92) "dan AKU adalah Tuhan kalian"
(Al-ankabut:56 "Hanya kepadaKUlah kalian menyembah"
(Ghafir:60) "berdo'alah kepadaKU maka akan KU perkenankan"

(Albaqarah:41) "....kepadaKU lah kalian bertaqwa"
(Albaqarah:152) "ingatlah kepadaKU, Aku akan ingat kalian, Bersyukurlah kepadaKU"
(Thaha:14) "Tiada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku.."

Rabu, 13 Januari 2016

Seperti apakah sosok yang disebut wali Allah? (waliyulah)

Ada mind-set yang tertanam disebagian orang bahwa yang disebut waliyullah itu adalah sosok orang alim bersurban dan berjubah besar, banyak santrinya, berbuat dan berkata yang aneh-aneh, dan penuh karomah (sakti) seperti bisa terbang, kebal senjata tajam, bahkan yang lebih parah... punya makhluk gaib yang bisa dikendalikan yg biasa disebut khodam. Na'udzubillah

Tentu semua pemahaman seperti ini tidak benar dan diluar alur pemahaman al-qur'an dan assunnah
Mari kita lihat penjelasan dibawah ini

Dalam surah Yunus 62-63 Allah berfirman : "(62) sesungguhnya para wali Allah itu tidak ada ketakutan dan kekhawatiran pada mereka (63) yaitu orang2 yg beriman dan bertaqwa"

Masih satu gambar diatas, ayat dan hadits kami gabung
dalam tafsir Ibn katsir dalam tafsir ayat tsb mencantumkan hadits riwayat Ibn jarir ketika nabi ditanya siapakah mereka itu (wali Allah)
Rasulullah menjawab: "suatu kaum yg saling mengasihi karena Allah, bukan karena harta dan satu keturunan dst. Dan diakhir hadits tsb nabi membacakan surah Yunus ayat 62 tsb"

Tidak ada satupun dalil hadits yang menyatakan bahwa tanda waliyullah adalah selalu dengan perbuatan2 ajaib atau yg disebut karomah. Meskipun ada itu tidak mutlak Allah berikan kepada setiap mu'min dan muttaqin sesuai di Yunus:63. Allah akan memberikan bagi siapapun yang dikehendakiNya.

Jumat, 04 Desember 2015

Apakah sholat setelah wudhu adalah "bid'ah" yang dilakukan bilal?

banyak yang menganggap bahwa bilal melakukan sholat setelah wudhu atas kemauannya sendiri
sedangkan Rasulullah memang telah menganjurkan untuk sholat setelah wudhu seperti hadits dibawah ini

Rasulullah alaihi sholatu wassalam bersabda, barang siapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian sholat dua rokaat maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu

Sedangkan hadits yang menceritakan sholat setelah wudhu itu adalah ketika nabi bertanya kepada bilal amalan apakah yang sering dilakukan hingga sandalnya terdengar di surga. Bilal menjawab bahwa dia selalu sholat setelah berwudhu. Hal ini tidak menyimpulkan bahwa bilal melakukan ibadah tsb tanpa perintah sebelumnya (hadits diatas)

dibawah ini adalah hadits Bukhari tentang sholat sunnat setelah wudhu oleh bilal



Minggu, 29 November 2015

Mengapa Allah mengutus nabi kpd umat yang sudah beriman kepada Allah?

Apakah benar penduduk musyrikin Mekkah sudah beriman kepada Allah sebelum nabi Muhammad menjadi rasul? jawabannya Ya.
Kalau dari sisi sejarah terbukti dengan nama ayahanda nabi bernama Abdullah yang artinya 'hamba Allah'. berarti penduduk Mekkah sudah mengenal nama "Allah".

kalau dalam nash alquran kita lihat ayat dibawah ini Luqman:25 dan Yunus:31 

kaum musyrikin Mekkah sudah beriman kepada Allah sebagai Tuhan pencipta alam semesta, Sama seperti umat kristen kalau ditanya siapa pencipta alam semesta? Mereka tidak akan menjawab yesus.

Jadi beriman kepada Allah adalah satu hal, tetapi menyekutukanNya adalah hal kemungkaran luar biasa sebagai dosa terbesar NO.1 

Kaum musyrikin Mekkah tidak menyebut berhala mereka sebagai tuhan, seperti yang tertera di Azzumar ayat 3. Bahwa mereka tidak merasa bahwa mereka menyembah berhala, melainkan mereka berbuat begitu sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah.


Musyrikin Mekkah memang tidak menganggap berhala mereka sebagai tuhan, melainkan mereka berbuat syirk dengan memuliakan makhluk-makhluk gaib sepeti malaikat yang mereka yakini sebagai anak-anak Allah, dan juga memuliakan roh-roh orang mati seperti Latta, Uzza, Manat dan Hubal yang diabadikan dalam patung-patung seperti monumen lalu mereka muliakan patung tsb.

Maka harus diwaspadai jika ada yang merasa beriman kepada Allah, tapi masih mengkultuskan benda-benda keramat, seperti foto/gambar/patung, keris, kuburan, pohon, dll. Karena Rasulullah susah payah berdakwah 10 tahun di Mekkah cuma untuk meluruskan aqidah manusia... karena itu tujuan utama Allah mengutus rasulNya.



Selasa, 10 November 2015

Apakah status orang tua rasulullah? muslim atau kafir?

Banyak muslim yang mencela muslim lain karena kurangnya ilmu. Dianggap kelompok lain menyesat-nyesatkan ibunda rasulullah assholaatu wassalam alaih
Padahal di dalam beberapa hadits shahih sudah dinyatakan. Salah satunya hadits dibawah ini

Hadits diatas adalah shahih Muslim #1621 dari Abu hurairah, Rasulullah bersabda: "aku mohon izin kepada Rabb-ku untuk memohon ampun bagi ibuku, tapi tidak diizinkan. Tapi kemudian aku minta izin untuk menziarahi kuburnya maka aku diizinkan.


Hadits diatas adalah shahih muslim #302, ada juga di riwayat Abu Dawud, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan imam Ahmad
Ada seorang lelaki bertanya kepada nabi tentang dimana ayahnya berada. Nabi menjawab di neraka. ketika lelaki itu pergi nabi memanggilnya kembali lalu bersabda kepada lelaki tsb "Sesungguhnya bapakku dan bapakmu berada di neraka"

Hal yang sama ketika nabi mohon ampun untuk pamannya (abu thalib) yang meninggal dalam keadaan kafir, tidak diperbolehkan oleh Allah. Seperti yang tertera dalam al-quran (Attaubah:113)

Inti dari semua ini adalah bahwa keturunan tidak menjamin akan ridha/murka Allah.
Meski anak atau keturunan nabi tidak menjamin akan keridahaan Allah, kita tau bagaimana kisah putra nabi Adam yg membunuh saudaranya, juga putra nabi Nuh yang kufur.

Begitu juga sebaliknya, meski orang musyrik tapi Allah bisa berkehendak anaknya menjadi nabi, seperti yang terjadi kepada ayah Nabi Ibrahim bernam Azar, pembuat dan penyembah berhala kerajaan babilonia tapi puteranya (Ibrahim) bisa menjadi bapak moyang para nabi. <Kisah ayah nabi ibrahim ada di Al-an'am : 74>

Namun ada beberapa kelompok yang mencoba memanipulasi sejarah bahwasanya Azar dalam al-quran itu sebenarnya bukan ayam ibrahim, melainkan pamannya
Padahal dalam hadits shahih Rasulullah juga menyebutkan bahwa Azar itu memang ayah kandung Ibrahim. seperti hadits dibawah ini

Hadits diatas dari shahih Bukhari #3101 Rasulullah bersabda bahwa nabi Ibrahim bertemu dengan ayahnya bernama Azar di hari kebangkitan. Begitu juga nabi Ibrahim berkata kepada Allah dengan menyebut "ayahku"...  Tidak mungkin dalam hari peradilan seseorang menyebut pamannya dengan sebutan ayahku pada hari dimana tidak ada kedustaan sama sekali. Apalagi dikatakan oleh orang sholih seperti nabi Ibrahim

 Begitu juga firman Allah di as-shu'ara (26) ayat 70 yang menyebut "ayahnya". Ketika Allah menyebut ayahnya tapi orang menafsirkan dengan "paman" maka tentu mengingkari firman Allah. Apalagi islam sangat ketat dengan nashab.

Para sahabat tidak pernah ziarah ke makam nabi untuk mengharap berkah

Hadits diatas adalah matan hadits shahih Bukhari #1244 yang menceritakan ketika Rasulullah sakit sebelum ajalnya bersabda, "Allah melaknat Yahudi dan Nasrani karena menjadikan kuburan nabi mereka sebagai tempat ibadah" (kemudian) Aisyah berkata, "Kalau bukan karena sabda beliau itu, tentu kuburan nabi akan dipindahkan, tapi saya tetap khawatir bahwa suatu saat akan dijadikan masjid.

Tetapi kalau kita lihat kondisi sekarang di masjid nabawi terdapat makam nabi, sebenarnya bukan sengaja membangun masjid di atas makam nabi, melainkan karena perluasan masjid nabawi. Karena posisi makam nabi yang berada dalam rumah Aisyah menempel dinding dengan masjid

Inti dari semua point diatas adalah, nabi melarang menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah. Terutama kuburan orang yang kita idolakan atau disucikan yang beresiko akan membatalkan aqidah kita. Karena ketika nabi diutus ditengah-tengah penduduk mekkah, mereka sudah mengenal Allah sebagai pencipta alam semesta, tapi mereka masih mengkultuskan orang-orang sholeh yang telah meninggal dunia yang diabadikan dalam rupa patung. Orang-orang tsb bernama latta, uzza, manat dan hubal

Senin, 02 November 2015

Pengharaman nikah mut'ah

Dalam kepercayaan syi'ah, nikah mut'ah (kawin kontrak hitungan waktu tanpa batas minimum) di halalkan dengan merujuk kepada perbuatan sahabat, padahal pernikahan tsb sudah diharamkan oleh nabi
berikut ini dalilnya

hadits diatas dari shahih Muslim #2509 bahwa Rasulullah melarang pernikahan mut'ah dengan berkata: ketahuilah bahwa itu (nikah mut'ah) adalah haram mulai hari ini sampai hari kiamat. (tapi) siapa yang telah memberikan sesuatu kepada wanita itu, jangan mengambilnya kembali.

hadits diatas dari shahih Muslim #2507 bahwa Rasulullah mengharamkan nikah mut'ah ketika penaklukan Mekkah


hadits diatas dari shahih Muslim #2508 (terjemah yang bergaris merah) Ibnu abi amrah al-anshari berkata: nikah mut'ah pernah diperbolehkan dalam permulaan islam karena terpaksa, sebagaimana bolehnya makan bangkai, darah dan daging babi. Namun Allah telah menetapkan hukum agamaNya dan melarangnya.

Bagi kaum syiah yang sangat mengagungkan Ali bin abi thalib, padahal beliau juga mengharamkan mut'ah seperti hadits dibawah ini:

hadits diatas dari shahih Muslim #2510 dari Ali bin abi thalib bahwa dalam perang Khaibar rasulullah sudah melarang nikah mut'ah. Itupun yang dikatakan Ali ketika berkata dengan seorang lelaki

hadits diatas dari shahih Bukhari #5098 dari Ali bin thalib bahwa dalam perang Khaibar rasulullah sudah melarang nikah mut'ah dan makan daging keledai


hadits diatas dari shahih Bukhari #3894 juga dari Ali bin thalib tapi dengan sanad yang berbeda. dalam perang khaibar Rasululllah melarang nikah mut'ah dan makan daging keledai


hadits diatas dari shahih Bukhari #4725 dari Ali bin abi thalib bahwa status nikah mut'ah sudah mansukh (dibatalkan)


hadits diatas riwayat Abu daud #1775 Rasulullah telah mengharamkan menikahi wanita dengan cara mut'ah


hadits diatas riwayat Abu daud #1774 Rasullah telah melarang nikah mut'ah ketika melakukan haji wada (haji terakhir sebelum beliau wafat)

hadits diatas riwayat Imam tirmidzi #1040 bahwasanya dulu ibnu abbas pernah membolehkan mut'ah, tapi beliau mencabut pendapatnya setelah mendapat kabar dari nabi. Dan imam tirmidzi berpendapat bahwa pengharaman mut'ah telah disepakati paa ulama seperti imam as-syafiie, imam ahmad, sufyan atsauri, ibnu mubarak, dan ishaq




Sabtu, 24 Oktober 2015

isbal apakah harus selalu dengan kesombongan?

hadits diatas riwayat imam ahmad #16033 menceritakan ketika seorang lelaki sholat dalam kondisi kainnya melewati mata kaki
Lalu rasulullah memerintahkan orang tsb utk berwudhu dan sholat lagi, dan nabi memerintahkan untuk mengulanginya lagi kedua kalinya
para sahabat bertanya, "kenapa anda perintah mengulang tapi tidak beri tau alasannya?"
Rasulullah menjawab, "dia sholat sedangkan sarungnya dalam keadaan musbil" (isbal - melewati mata kaki), sedangkan Allah tidak menerima sholat seorang hamba yang sarungnya isbal".


Sabtu, 08 Agustus 2015

Tarawih, pembukuan alquran, harkat teks alquran bukan bid'ah

Ketika ada yang menyatakan bahwa sholat tarawih, pembukuan alqur'an dan penambahan harkat teks alquran adalah bid'ah yang dilakukan para sahabat.
Karena istilah bid'ah di masa nabi dan sahabat adalah suatu perbuatan yang berkonotasi buruk. Oleh karena itu setiap kali kali nabi berkata tentang bid'ah tidak pernah sekalipun menyebut dengan nama "bid'ah hasanah" seperti pada kumpulan hadits dibawah ini


Sebaiknya kita berhati-hati jika menyebut sahabat berbuat bid'ah, karena hakikatnya setiap kebijakan ijtihad yang dikeluarkan oleh sahabat adalah sesuatu yang bisa dikatakan darurat, misalnya tentang alquran yang diabadikan dalam mushaf/kitab. Atau pemberian harkat pada teks alquran dengan maksud agar qiro'ah alquran tetap terjaga. Dan tidak pantas disebut bid'ah hasanah, apalagi dikait-kaitkan dengan hal-hal baru seperti sholawat dengan musik bahkan sambil bergoyang, ini adalah hal munkar dan disebut sebagai bid'ah hasanah oleh orang-orang yang mementingkan tradisi daripada aassunnah.

Sekarang kita lihat hadits dibawah ini

Dari hadits diatas riwayat ibnu majah rasulullah bersabda: "sesiapa dari kalian yang masih hidup (sepeninggal nabi) kalian akan melihat banyak perselisihan, maka kalian wajib berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafaurasyidin yang mendapat petunjuk. "gigitlah dengan kuat" (pertahankan) sunnah-sunnah tersebut



Selasa, 04 Agustus 2015

Niqab (cadar) adalah juga sunnah istri nabi

dibawah ini adalah hadits riwayat ibnu majah #1970

hadits diatas menceritakan tentang ketika rasulullah menikahi istrinya yang bernama shofiyah binti huyay. Aisyah ra datang bercadar tapi nabi bisa mengenalinya melalui matanya

 

Hadits diatas adalah bagian hadits panjang yang diriwayatkan imam ahmad ketika Aisyah hendak mengikuti nabi ketika nabi hendak berziarah ke makam baqi. Aisyah menggunakan khimar (jilbab) lalu menggunakan cadar

Dalam hadits lain (shahih Bukhari #544) riwayat dari aisyah ra menceritakan bahwa para muslimat pernah sholat shubuh bersama nabi (di masjid) dan menutup wajah mereka dengan kerudung
dibawah ini adalah matan haditsnya


Selasa, 14 Juli 2015

Hukum menyambung rambut

Hadits diatas dari Shahih Muslim #3964
Ada seorang ibu bertanya kepada Rasulullah saw, bahwa anaknya akan dipercantik oleh suaminya dengan menyambung rambutnya, maka Rasulullah bersabda, "Terkutuklah orang-orang yang menyambung rambut"

Hadits diatas dari Shahih Bukhari #5485
Rasulullah bersabda, "sesungguhnya Allah melaknat orang penyambung rambut dan yang disambung rambutnya"

Hadits diatas riwayat abu daud
Rasulullah saw melaknat wanita penyambung rambut dan wanita yang disambung rambutnya, juga wanita pentato dan yang ditato" (pada wanita sering terjadi tato alis)

Siapa khawarij yang dimaksud Rasulullah, apakah wahabi?

Tuduhan khawarij saat ini sering marak ditujukan kepada Muhammad bin abdil wahhab dan para pendukungnya atau lebih sering dikenal orang awam dengan sebutan 'Wahabi'
Misalnya dengan ciri kepala gundul dan orang-orang yang membaca alquran tidak sampai kerongkongannya.

Sekarang mari kita beberapa dalil berikut ini
Hadits diatas dari musnad Ahmad (riwayat Imam ahmad bin hambal)
Rasulullah saw bersabda, "kesesatan suatu kaum itu terletak di timur, kepalanya gundul" Lalu beliau ditanya tentang Madinah, rasul bersabda, "haram aman, haram aman"

konteks hadits diatas rasul menyatakan kota haramain (mekkah dan madinah) aman, kita ketahui perjuangan Muhammad bin abdul wahab terfokus kepada kedua kota tsb. Dan para ulama mujaddid yg kerap disebut 'wahabi' terpusat di kedua kota tsb.

Berikut ini ada hadits lainnya
hadits diatas adalah Shahih bukhari #6422 Rasulullah bersabda, "dari sanalah muncul kelompok kaum khawarij, nabi mengarahkan tanganya menuju Iraq, yg membaca alquran tidak melebihi kerongkongan mereka, mereka keluar dari islam sebagaimana anak panah keluar dari busurnya".

Hadits diatas terbukti sepeninggal rasulullah terjadi perang saudara yg menewaskan cucu-cucu nabi yg dibunuh penduduk iraq yg disebut peristiwa karbala. hadits tentang pembunuhan cucu nabi di iraq tertera di hadits dibawah ini

hadits diatas shahih Bukhari #5535 ketika ibnu Umar ditanya seseorang tentang darah nyamuk maka ibnu Umar menjawab, "Lihatlah orang ini, dia bertanya tentang darah nyamuk, sedangkan mereka (penduduk iraq) telah membunuh cucu nabi. Dan saya mendengar nabi saw bersabda, "keduanya (hasan dan husein) adalah kebangganku di dunia".

Dan saat ini sabda nabi sepertinya terwujud dengan berdirinya iraq kini dibawah kaum syi'ah
karena datarang tinggi (Najed/Najd/Najdi) yang disebut Rasulullah memang berada disebelah timur kalau ditarik arah dimana Nabi bersabda (Madinah)

hadits diatas dari Imam muslim #5237 dari Anas bin malik Rasulullah saw bersabda, Dajjal akan diikuti Yahudi Ashbahan (ashfahan - lihat peta diatas) sebanyak 70.000 mereka menggunakan jubah hijau"


 Hadits diatas dari musnad Ahmad (riwayat Imam ahmad bin hambal)
Rasulullah bersabda bahwa Dajjal keluar dari bumi bagian timur yang disebut Khurasan (lihat peta diatas yang terdapat di wilayah Iran - pusat syi'ah sekarang)

Wallahu a'lam bisshowaab




Minggu, 21 Juni 2015

Bolehkah menikahi wanita non-muslim?

Ada sebagian berpendapat bahwa boleh menikahi wanita non-muslim berdasarkan ayat di Al-maidah : 5

"Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu"

Dalam konteks ayat diatas, tidak semua ahlul kitab adalah musyrik. Karena sebelum kerasulan Nabi Muhammad banyak umat yg berpegang teguh dengan ketauhidan dan berpedoman dengan Taurat dan Injil, karena konon umat Yahudi dan Nasrani juga terpecah dalam beberapa golongan. Ada yang bertauhid dan ada yang berfaham kesyirikan.

Tapi sekarang kita lihat ayat di Al-baqoroh : 221

"Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu.... dst"

Dan muncul perbedaan pendapat, bahwa dikatakan musyrik itu cuma terbatas kepada musyrikin mekkah yang tidak mengenal kitab sebelum Al-qur'an.

Untuk klarifikasi tentang status "musyrik" untuk pernikahan itu mari kita lihat hadits shahih riwayat Bukhari #4877 berikut ini dari Ibnu Umar.


"Sesungguhnya Allah telah mengharamkan wanita-wanita musyrik dari mu'minin. Dan aku tidak mengetahui adanya kesyirikan yang lebih besar daripada wanita yang mengatakan bahwa rabbnya adalah Isa. Padahal ia hanyalah hamba dari hamba-hamba Allah".



Selasa, 26 Mei 2015

Berapa lama Allah menganjurkan ibu memberi ASI ?

<Al-baqoroh : 233> "Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.... dst"

Ayat diatas Allah, Sang pencipta manusia dan alam semesta menganjurkan para ibu menyusui anak-anaknya selama 2 (dua) tahun penuh. yaitu kalau ingin susuannya dianggap sempurna. Dan perlu diketahui 2 tahun dalam al-quran dan hadits adalah hitungan tahun Hijriyah, bukan Masehi, karena jumlah harinya kurang dari kalender Masehi yang 365 hari dalam setahun.
Karena sebelum islam, masyarakat arab terbiasa dengan kalender dengan hitungan peredaran bulan (qomariyah) dan bukan peredaran matahari (syamsiah) seperti masehi.

Kalau tidak sampai dua tahun maka tentunya sedikit/banyak akan berpengaruh kepada perkembangan mental dan kekuatan ikatan batin atau biologis antara ibu dan anak.

Bayi modern yang sebenarnya justru kemunduran. Krn zaman dulu bayi manusia minum susu manusia. Tapi sekarang bayi manusia minum susu hewan

Sabtu, 23 Mei 2015

Apakah kisah walisongo bisa dipercaya sepenuhnya?



Sering kita mendengar cerita-cerita dari orang tua kita bahwa wali sembilan (walisongo) berdakwah dengan gamelan, wayang, dll yang sebenarnya sumber otentiknya tidak ada. Karena musik itu dilarang dalam  islam

Mainstream di indonesia ini kisah para ulama kuno sering dibumbui dongeng-dongeng turun temurun dari generasi ke generasi, mulut ke mulut, yg akhirnya banyak melenceng dari aslinya. Bahkan nashab/keturunannya simpang-siur, ada yang bilang keturunan Jawa, ada yang bilang keturunan Arab, bahkan ada yang bilang keturunan Cina.

Contoh yg beredar di masyarakat adalah sunan kalijaga yg katanya sering bertapa dipinggir kali
Memang sejak kapan dalam islam ada bertapa ? apalagi sampai tidak sholat, apakah ada muslim yang lebih hebat dari nabi hingga bisa meninggalkan sholat?

Juga tidak lepas dari dongeng-dongeng kesaktian para wali yang tidak jelas sumber kisahnya, yang justru lebih menggambarkan walisongo sebagai dukun sakti ketimbang sebagai ulama yang menyebarkan risalah tauhid.

semoga kita dilindungi dari keburukan kisah palsu yang bisa mengurangi nilai aqidah kita

wallaahu a'lam bisshowaab

Kamis, 21 Mei 2015

Wanita pelacur masuk surga dgn memberi minum anjing?


Kita sering mendengar kisah seorang wanita penzina yg masuk surga karena memberi minum seekor anjing yg kehausan.
Tapi ada hadits shahih Bukhari #5550 dari abu hurairah yg ceritanya serupa tapi yg ini adalah LELAKI dan tidak tertera penzina...
kisahnya sama, anjing yang menjilati tanah karena kehausan, sedangkan lelaki tsb juga kehausan
lalu orang tsb mengambil air menggunakan sepatunya untuk menciduk air lalu memberi minum anjing tsb
Lalu Allah membalasnya dan mengampuni dosa-dosanya
wallaahu a'lam yg mana paling benar

Sabtu, 16 Mei 2015

Benarkah nabi haji cuma sekali?

Setelah nabi saw hijrah dan bermukim di Madinah, beliau menunaikan haji cuma sekali seperti  hadits berikut ini
Hadits diatas shahih Muslim dari zaid bin arqom
Setelah hijrah, beliau pergi haji hanya sekali (haji wada')

begitu juga hadits hasan shahih imam Tirmidzi dibawah ini, dari Anas bisa Malik bahwa rasulullah saw melaksanakan haji sekali

dalil diatas selain memang kesibukan nabi berdakwah juga memberi contoh bagi kita bahwa tidak perlu haji berulang-ulang yang mana harta tsb bisa alokasikan untuk ibadah/sedekah. Apalagi sistem zaman ini yang menggunakan sistem kuota, penulis yakin bahwa jika Rasulullah sekarang masih hidup, beliau akan mencegah orang yang sudah haji untuk berhaji kembali karena seperti mengambil hak antri bagi muslim lain yang menunggu giliran berangkat. Terutama bagi yang keuangannya lebih kuat bisa membayar lebih untuk haji kembali dan "menyerobot" hak haji orang lain atas nama "haji plus".

wallaahu a'lam bisshowaab