Rabu, 30 Mei 2012

4 perbuatan yang bisa merubah takdir buruk menjadi takdir baik

Pertama :
“BERDO’A SELAMAT” (Do’a minta selamat dunia akhirat).
Hadits dari Imam Turmudzi dan Hakim, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi  SAW Bersabda : “Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdo’a, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya do’a bermanfa’at bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak taqdir kecuali do’a, maka berpeganglah wahai hamba Allah pada do’a”


Kedua :

“BERSEDEKAH”.
Hadits Bukhari-Muslim-At-Turmudzi-Imam Ahmad mengatakan bahwa  sedekah itu dapat menolak bencana, karena ada hadits Rasulullah SAW  dari Ali, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : “Sedekah dapat merubah taqdir yang mubram”. Asal hadits tersebut di atas adalah “Silaturrahmi dapat memperpanjang umur dan sedekah dapat merubah taqdir yang mubram”


Ketiga :

“BERTASBIH.
Bacaan tasbih dapat mencegah terjadinya bencana, karena ada hadits yang diriwayatkan Ibnu Ka’ab, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau bersabda : “(kalimat) Subhanallah dapat mencegah turunnya adzab” 

Hal ini juga ditunjukkan oleh Firman Allah dalam surat Ash-Shoffat 143 :
“Maka kalau sekiranya dia (Nabi Yunus as) tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari kebangkitan”.

dan berikut Tasbih Nabi Yunus as ketika ditimpa kesulitan (didalam perut ikan) yang tertera didalam Al-qur'an
”Tidak ada Tuhan yang sebenarnya disembah melainkan engkau, ya Allah.
Maha Suci engkau, sesungguhnya aku adalah dari orang yang membuat zalim.”
SURAH AL-ANBIYA’(21):87

juga hadits yang diriwayatkan dari Sa’ad Ibnu Abi Waqosh, Rasulullah bersabda :
“Maukah kalian Aku beritahu sesuatu do’a, yang jika kalian memanfa’atkan itu ketika ditimpa kesedihan atau bencana, maka Allah akan menghilangkan kesedihan itu ?. Para sahabat menjawab : “Ya, wahai Rasululullah, Rasul bersabda “Yaitu do’a “Dzun-Nun :
“LA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINADH-DHOLIMIN” (Tidak ada Tuhan selain Engkau, maha suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk diantara orang-orang yang dholim”) H.R. Imam Ahmad, At-Turmudzi dan Al-Hakim


Keempat :

“MEMBACA SHOLAWAT”.
Ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ubay Ibnu Ka’ab, bahwa ada seorang laki-laki telah mendedikasikan semua pahala sholawatnya untuk Rasulullah SAW, maka Rasul berkata kepada orang tersebut : “Jika begitu lenyaplah kesedihanmu, dan dosamu akan diampuni” (H.R Imam Ahmad At-Tabroni}

Para Sholihin berkata : “Sesungguhnya diantara sebab terbesar yang dapat menolak taqdir dan melenyapkan keruwetan hidup adalah banyak membaca shalawat untuk Rasulullah, karena sesungguhnya jika banyak membaca shalawat untuk Beliau termasuk perantara yang berguna untuk keamanan dari segala ketakutan dan mendapat penghargaan dari Allah dengan ketinggian derajat di syurga”.

Allah berfirman  dalam surat Al-ahzab 56 :

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikatnya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan kepada-nya”

Sholawat dari orang mukmin adalah do’a. Rasulullah bersabda : “Setiap do’a akan terhijab di bawah langit, ketika sholawat datang menghantarnya, maka do’a itu akan naik”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar