Minggu, 27 Mei 2012

Buruknya tidak sholat atau lalai dengan sholatnya

dalam al-Qur’an dalam bentuk dialog berikut ini:
“Apa yang menjadikan kalian terjerumus ke dalam Neraka Saqar?” Mereka menjawab: ” Kami dahulu tidak termasuk kelompok orang-orang yang sholat.” (QS. Al-Muddatstsir [74]: 42-43).
=====================================================

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (Al-qur'an surah Al Maa’un [107]: 4-5)
=====================================================

(Dari hadits riwayat peristiwa Mi'raj)
Mengenai balasan bagi orang yang meninggalkan Sholat Fardu: "Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: "Siapakah ini wahai Jibril"? Jibril menjawab: "Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu". (Riwayat Tabrani).
=====================================================

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 257)
=====================================================

Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu -bekas budak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Pemisah Antara seorang hamba dengan kekufuran dan keimanan adalah shalat. Apabila dia meninggalkannya, maka dia melakukan kesyirikan.” (HR. Ath Thobariy dengan sanad shohih. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shohih. Lihat Shohih At Targib wa At Tarhib no. 566).
=====================================================

“Dari Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang tidak mengerjakan shalat dan tidak ada shalat bagi orang yang tidak ada wudhu.” (Hr. Al-Bazar)
=====================================================

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa meninggalkan shalat hingga terlewat waktunya, lalu ia mengqadhanya, maka ia akan disiksa didalam neraka selama satu huqub, satu huqub sama dengan 80 tahun, dan satu tahun terdiri dari 360 hari. Sedangkan ukuran satu hari (diakhirat) adalah 1.000 tahun (di dunia)” (Majalisul Abrar)
=====================================================

Abu Hurairah ra meriwayatkan, “Setelah Isya’ aku bersama Umar bin Khattab ra pergi ke rumah Abu Bakar Shiddiq ra untuk suatu keperluan. Sewaktu melewati pintu rumah Rasulullah saw kami mendengar suara rintihan. Kami pun terhenyak dan berhenti sejenak.
Kami dengar beliau menai igis dan meratap.” “Ahh… andaikan saja aku dapat hidup terus untuk melihat apa yar diperbuat oleh umatku terhadap sholat. Ahh… aku sungguh menyesali umatku.” “Wahai Abu Hurairah, mari kita ketuk pintu ini,” kata Umar ra.

Umar kemudian mengetuk pintu. “Siapa?” tanya Aisyah ra. “Aku bersama Abu Hurairah.” Kami meminta izin untuk masuk dan ia mengizinkannya. Setelah masuk, kami lihat Rasulullah saw sedang bersujud dan menangis sedih, beliau berkata dalam sujudnya: ‘Duhai Tuhanku, Engkau adalah Waliku bagi umatku, maka perlakukan mereka sesuai sifat-Mu dan jangan perlakukan mereka sesuai perbuatan mereka.

“Ya Rasulullah, ayah dan ibuku menjadi tebusanmu. Apa gerangan yang terjadi, mengapa engkau begitu sedih?” kata Umar. Rasul menjawab, “Wahai Umar, dalam perjalananku ke rumah Aisyah sehabis mengerjakan sholat di mesjid, Jibril mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, Allah Yang Maha Benar mengucapkan salam kepadamu,” kemudian ia berkata, “Bacalah!” “Apa yang harus kubaca?” “Bacalah: “Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia¬nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam, 19:59)

“Wahai Jibril, apakah sepeninggalku nanti umatku akan mengabaikan sholat?” ujar Rasulullah. “Benar, wahai Muhammad, kelak di akhir zaman akan datang sekelompok manusia dari umatmu yang mengabaikan sholat, mengakhirkan sholat (hingga keluar dari waktunya), dan memperturutkan hawa nafsu. Bagi mereka satu dinar (uang) lebih berharga daripada sholat.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar