Laman

Kamis, 06 April 2017

Apakah nabi Adam hidup di zaman purbakala?

Terkadang teori-teori ilmu pengetahuan umum (iptek) membingungkan para penuntut ilmu, seolah-olah tidak nyambung. Memang ada sebagian yang tidak nyambung, tapi ada juga yang berhubungan. Misalnya tentang masa kehidupan Adam alahis salam, dimasa apakah beliau hidup? Apakah termasuk manusia purbakala?

Sekarang kita perhatikan bukti ilmiah berikut ini

Fosil tertua yang ditemukan tahun 2001 dengan nama Sahelanthropus tchadensis yang diperkirakan berusia 7 juta tahun, ditemukan di Chad, negara yang berdekatan dengan Libya dan Sudan. Perkiraan ini dihitung berdasarkan usia lapisan batu/tanah dimana fosil tsb ditemukan.

Sedangkan Adam kalau ditelusuri berdasarkan nasab (garis keturunan) dari para nabi dengan perhitungan mundur mulai nabi Ibrahim dan seterusnya hingga Nuh, Idris hingga Adam tidak lebih dari 10.000 tahun lalu. Bahkan ada yang menyimpulkan Adam hidup sekitar 3000an SM. Karena dari ke-25 nabi ada nabi yang hidup sezaman, misalnya Ibrahim sezaman dengan Luth, Ismail, Ishaq, Ya'qub sezaman dengan Yusuf, Musa sezaman dengan Syuaib, dsb.

Dengan paparan diatas, apakah bertolak belakang antara sejarah agama dengan teori sains? Tidak sama sekali. Sekarang perhatikan Al-Baqarah:30 yang mana berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah". Banyak yang memaknai kata 'khalifah' tsb adalah Pemimpin. Padahal bukan itu, secara bahasa khalifah artinya 'Pengganti' asal kata 'Khalafa' yang artinya 'Menggantikan'....  ya, karena Allah hendak mengganti penguasaan bumi kepada species lain.

Kemudian perhatikan (masih di ayat yang sama), para malaikat merespon atas keputusan Allah tsb: "Apakah Engkau hendak menjadikan (di bumi) yang akan merusak di dalam nya dan menumpahkan darah?". Para ulama mufassirin menafsirkan pertanyaan malaikat tsb berkaitan dengan makhluk-makhluk sebelumnya yang selalu melakukan perusakan dan menumpahkan darah di bumi. Jadi dipastikan bahwa para malaikat pernah menyaksikan bumi pernah dihuni oleh makhluk berintelingensi seperti manusia sebelum dihuni Adam.

Sejarah hidup para nabi bukan saja tercantum di Al-qur'an, tapi juga di kitab Yahudi dan Nasrani dengan kisah lebih dari 25 nabi dengan riwayat yang lebih banyak, tapi tentunya kita sebagai muslim tidak terlalu meyakini kebenaran semua kisahnya 100%, yang dalam islam disebut dengan istilah "Israiliyat".

Rasulullah bersabda dalam Shahih Bukhari no.6987

صحيح البخاري ٦٩٨٧: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
كَانَ أَهْلُ الْكِتَابِ يَقْرَءُونَ التَّوْرَاةَ بِالْعِبْرَانِيَّةِ وَيُفَسِّرُونَهَا بِالْعَرَبِيَّةِ لِأَهْلِ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُصَدِّقُوا أَهْلَ الْكِتَابِ وَلَا تُكَذِّبُوهُمْ وَقُولُوا
{ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ }
الْآيَةَ

Shahih Bukhari 6987: Abu Hurairah berkata, "Ahli kitab membaca Taurat dengan bahasa Ibrani, dan mereka menafsirkannya dengan bahasa arab untuk pemeluk Islam." Spontan Rasulullah Sallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Jangan kalian membenarkan ahli kitab dan jangan pula mendustakan mereka, katakan saja: 'Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan'."

Kesimpulan:
Sebelum Adam diturunkan ke bumi, bumi bukanlah planet kosong yang tidak ada kehidupan sama sekali. Allah sudah menempatkan berbagai dabbah (makhluk melata) di bumi, salah satunya species seperti manusia. Dalam Al-maidah:31 diceritakan bagaimana burung gagak memberi inpirasi kepada putra Adam untuk menguburkan saudaranya. menandakan di zaman itu sudah ada makhluk hidup lain seperti sekarang.
Namun kebenaran dan fakta hanyalah pada sisi Allah, kami sekedar mengkolaborasikan antara fakta sains dengan hujjah Al-qur'an.
والله تعالى اعلم




Tidak ada komentar:

Posting Komentar