Laman

Minggu, 16 April 2017

Klarifikasi istilah wahabi yang beredar di masyarakat

Kesalahfahaman awamer dengan dakwah sunnah/salafy (awamer menyebutnya WAHABI)

1. Dakwah sunnah katanya anti sholawat
KELIRU! Dakwah sunnah justru paling sering sholawat, bahkan anti menyingkat SAW setelah nama nabi. Kesalahfahaman awamer menganggap sholawat adalah pujian nabi, kadang dengan nyanyian, bahkan diiringi musik atau bergoyang. ini keliru besar ttg amalan sholawat, tidak sesuai sunnah
Ahlussunnah harus kembali ke sunnah, kalimat sholawat yang diajarkan nabi tanpa kalimat syirik dan aneh2, tanpa musik dan tanpa goyang. Karena nabi dan sahabat tidak pernah sholawat pakai alat musik.

2. Dakwah sunnah katanya anti ziarah kubur
KELIRU! Dakwah sunnah mengajak ziarah dgn sunnah nabi, seperti ziarah ke makam sanak famili, datang dan doakan mereka.. selesai
bukan datang ke kuburan keramat, mengharap berkah dari kubur, ibadah di kubur bahkan minta2 kepada ahli kubur yang bagian dari budaya jahiliyah dan syirik akbar. Syirik akbar adalah dosa lebih berat dari membunuh, zina, judi dsb, dosa yang tidak terampuni jika mati membawa dosa syirik, dan berpotensi kekal di neraka.

3. Dakwah sunnah katanya tidak cinta nabi karena tidak merayakan maulid.
KELIRU! Dakwah sunnah mengajarkan cinta nabi yg benar, ikuti cara para sahabat, para tabiin mencintai nabi dengan melestarikan sunnahnya dan sering bersholawat. bukan ikut "sunnah" nasrani... cinta isa bin maryam dengan merayakan ulang tahunnya, diiringi nyanyian puji2an, bahkan diiringi musik di rumah ibadah.

4. Dakwah sunnah katanya mengkafir2kan sesama muslim
KELIRU! Dari ribuan dauroh oleh berbagai asatidz, tidak pernah memvonis sesama muslim, si anu kafir, kelompok ini/itu kafir, tapi memperingatkan sebuah perbuatan yg salah dan kesesatan sebuah faham tidak menjadikan pelakunya kafir (keluar dari islam)
dan umat islam harus diperingatkan akan kesesatan tsb

5. Dakwah sunnah katanya radikal, anti NKRI
KELIRU! justru dakwah sunnah mengharamkan makar terhadap pemerintah yang sah, meski terpilih dengan cara tidak islami. Banyak yang salah faham dan keliru bahwa dakwah sunnah sejalan dengan ormas yang ingin mendirikan negara khilafah. SALAH BESAR.

6. Dakwah sunnah katanya anti bid'ah hasanah
Dalam ucapan nabi tidak pernah sekalipun beliau berkata bid'ah hasanah. Meskipun ada muncul belakangan oleh sebagian ulama, bid'ah hasanah adalah seperti teknologi atau budaya2 yang tidak bertentangan dengan syariat.
Adapun budaya selametan arwah, berkumpul makan/minum, apalagi dibuat bacaan2 tertentu... tidak ada satupun ulama syafi'yah yang menganggapnya bid'ah hasanah. Justru disebut bid'ah munkaroh (I'anautut thalibin) dan bid'ah ghairi mustahab (Majmu syarhu muhadzab - Imam nawawi)
Budaya yang tidak bertentangan dengan syariat misalnya budaya mudik di hari raya, yg bukan bagian dari ritual keagamaan yg diada-adakan.

7. Dakwah sunnah katanya anti ulama, dan cuma langsung ambil sabda nabi.
KELIRU! Justru semua hujjah dakwah sunnah menukil dalil2 dari kitab para ulama, seperti Imam malik, Imam hanafi, imam syafiie, imam ahmad, imam bukhari, imam muslim, imam annasa'i, imam ibnu majah, imam atturmudzi, dll, dsb...
Bahkan sering pertemuan kajian dakwah sunnah membahas kitab para ulama seperti bulughul maram, riyadhus shalihin, adabul mufrad, termasuk juga al-ibanah.
Kalau yang dimaksud ulama seperti kyai yang mengajarkan hal bertentangan dengan syariat, tidak patut dicontoh.

8. Dakwah sunnah, kenapa cuma dakwah sunnah? sunnah itu bukankah boleh ditinggalkan?
KELIRU! awamers memahami kata sunnah cuma status hukum dalam fiqh. yaitu kalau dikerjakan mendapat pahala, kalau ditinggalkan tidak apa2.
Makna sunnah secara luas adalah segala perkataan, perbuatan dan sikap nabi yang dicontoh, baik mencontoh ibadah atau kehidupan sehari2.
Sesungguhnya mengikuti sunnah itu wajib, misalnya sholat tanpa mencontoh sunnah (cara) nabi, maka tidak sah sholatnya. begitupun ibadah lainnya.

9. Dakwah sunnah katanya berfaham mujassimah dan musyabbihah
KELIRU! Mujassimah artinya memahami Allah berjasmani seperti makhluk, Musyabihah artinya menyerupai Allah dengan makhluk. Subhanallah, benarkah begitu?
Dalam alquran Allah menyatakan punya sifat kasih sifat sayang (Arrahman Arrahim) sifat cinta, sifat istiwa (bersemayam), sifat marah (Annisa:93), memiliki tangan (Shad:75), memiliki Arsy (singgasana), memiliki Kursi (dlm ayat kursi) semua harus diimani adanya TANPA TAKWIL, harus "sami'naa wa atho'naa"  Tapi dilarang menyamakan dengan makhluk atau membayangkan seperti makhluk (laisa kamitslihi syai') Dan pula dilarang sok tau mentakwil ayat mutasyabihat (lihat Ali-imran:7) atau mencari2 atau mengarang2 maknanya tanpa penjelasan dari nabi, karena nabi pun tidak pernah mentakwil.
aqidah seperti itu adalah aqidah ahlussunnah wal jamaah, dan bukanlah aqidah mujassimah seperti tuduhan oleh sebagian orang.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar